Pencarian

100 Relawan Karhutla Samarinda Jalani Cek Kesehatan Usai Dua Bulan Berjibaku di Garis Depan

Kamis, 08 Oktober 2026 • 06:01:31 WIB
100 Relawan Karhutla Samarinda Jalani Cek Kesehatan Usai Dua Bulan Berjibaku di Garis Depan
Relawan karhutla Samarinda menjalani pemeriksaan kesehatan di sesi pertama.

SAMARINDA — Pemeriksaan kesehatan berlangsung dalam dua sesi. Sesi pertama digelar pukul 08.30–10.30 Wita, sedangkan sesi kedua berjalan pukul 13.00–15.00 Wita. Dinas Kesehatan Kota Samarinda menurunkan tenaga medis dari Puskesmas Temindung dan Puskesmas Remaja untuk mendukung kegiatan tersebut.

Ketua Info Taruna Samarinda (ITS) Joko Iswanto menyebut cek kesehatan ini sebagai bentuk perhatian kepada relawan yang aktif di lapangan. Menurutnya, inisiatif tersebut melibatkan relawan Kota Samarinda, BPBD, Damkar, dan Pemerintah Kota.

"Hari ini tanggal 7 Oktober 2026 kami dari relawan Kota Samarinda bersama BPBD, Damkar, tentunya Pemerintah Kota menginisiasi untuk melakukan cek kesehatan khususnya bagi teman-teman relawan yang selama dua bulan ini terus melakukan pemadaman api akibat kebakaran hutan dan lahan yang ada di Kota Samarinda," ujarnya.

Beban Kerja Relawan di Garis Depan

Joko menjelaskan tugas relawan cukup berat karena kerap berada di garis depan saat kebakaran terjadi. Mereka berhadapan langsung dengan kobaran api, kabut asap, hingga sisa pembakaran yang berpotensi mengganggu kesehatan, terutama sistem pernapasan.

"Mengingat kerja teman-teman relawan cukup berat, kadang di garis depan menghadapi api, kemudian kabut asap dan sisa kebakaran lahan yang cukup menyiksa teman-teman dalam hal pernapasan, maka perlu kita melakukan cek kesehatan ini," katanya.

Paparan kabut asap sebelumnya terjadi di sejumlah wilayah Samarinda. Joko menyebut kawasan Sambutan, Makroman, Sungai Siring, Pampang, hingga Betapus sebagai titik yang terdampak.

Deteksi Dini ISPA Jadi Sasaran Utama

Pemeriksaan kesehatan diharapkan mampu mendeteksi lebih dini gangguan pernapasan yang mungkin dialami relawan, termasuk infeksi saluran pernapasan akut (ISPA). Deteksi dini diperlukan agar potensi gangguan kesehatan akibat paparan asap dapat segera ditangani.

Joko berharap hasil pemeriksaan memberi gambaran mengenai kondisi fisik para relawan setelah cukup lama terlibat dalam penanganan karhutla.

"Mudah-mudahan dengan cek kesehatan ini teman-teman relawan bisa diketahui kondisi fisiknya," ucapnya.

Pemeriksaan kesehatan ini menjadi langkah awal pemetaan kondisi relawan. Jika ditemukan indikasi gangguan pernapasan, penanganan lanjutan bisa dilakukan lebih cepat sebelum gejala memburuk.

Follow kaltimnow.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: editorialkaltim.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks