SAMARINDA — Asky Rizal Toding mengakui kesalahannya secara terbuka dan menyebut insiden dengan mahasiswa GMNI Samarinda telah menimbulkan ketidaknyamanan bagi mahasiswa maupun masyarakat. Pengakuan disampaikan setelah aksi penyampaian aspirasi di lingkungan Kantor Gubernur Kaltim berlangsung ricuh.
Permohonan maaf menjadi langkah pertama yang diambil ajudan Gubernur Kaltim Rudy Mas'ud untuk meredakan ketegangan. Insiden bermula saat mahasiswa GMNI Samarinda menyampaikan aspirasi di depan kantor gubernur.
Kronologi Insiden di Lingkungan Kantor Gubernur Kaltim
Persinggungan terjadi di tengah aksi penyampaian aspirasi masyarakat, Senin (19/10). Mahasiswa GMNI Samarinda menjadi pihak yang terlibat langsung dalam insiden dengan Asky Rizal Toding.
Asky tidak merinci bentuk persinggungan yang terjadi. Dia hanya menyatakan perbuatannya telah menimbulkan ketidaknyamanan bagi mahasiswa dan masyarakat yang menyaksikan kejadian.
Permohonan Maaf Terbuka dan Pengakuan Kesalahan
Asky menyampaikan permohonan maaf secara terbuka kepada mahasiswa GMNI Samarinda dan masyarakat. Pengakuan kesalahan disampaikan tanpa syarat, sebagai bentuk tanggung jawab atas perbuatannya.
Permintaan maaf itu menjadi pernyataan resmi pertama dari pihak ajudan gubernur sejak insiden mencuat. Asky menegaskan perbuatannya tidak mencerminkan sikap yang seharusnya ditunjukkan seorang ajudan pejabat daerah.
Respons di Tengah Aksi Penyampaian Aspirasi
Insiden ini menjadi sorotan di tengah aksi penyampaian aspirasi masyarakat ke Kantor Gubernur Kaltim. Aksi mahasiswa GMNI Samarinda bertujuan menyampaikan aspirasi kepada pemerintah provinsi.
Permohonan maaf Asky diharapkan menutup persoalan dan menjaga hubungan antara pemerintah provinsi dan mahasiswa. Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi dari pihak Gubernur Kaltim Rudy Mas'ud maupun Pemprov Kaltim terkait insiden tersebut.