Pencarian

Gubernur Kaltim di Singapura Saat Karhutla, Pemprov Bantah Nonton F1 dan Sebut Cek Kesehatan

Rabu, 14 Oktober 2026 • 08:31:21 WIB
Gubernur Kaltim di Singapura Saat Karhutla, Pemprov Bantah Nonton F1 dan Sebut Cek Kesehatan
Gubernur Kaltim Rudy Mas'ud berada di Singapura untuk pemeriksaan kesehatan pada Minggu (11/10/2026).

SAMARINDA — Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Kaltim Ririn Sari Dewi membenarkan keberadaan Rudy di Singapura. Pemeriksaan kesehatan dijadwalkan pada akhir pekan agar tidak mengganggu tugas pemerintahan. Rudy menjalani pemeriksaan pada Minggu (11/10/2026), setelah sehari sebelumnya berada di Bandung.

Jadwal Padat Sebelum ke Singapura

Rangkaian perjalanan Rudy terbilang padat. Pada Kamis (8/10/2026), ia mendampingi Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan Agus Harimurti Yudhoyono dalam agenda di Institut Teknologi Kalimantan.

Jumat (9/10/2026), Rudy menghadiri peresmian kantor cabang Bank Jatim di Balikpapan. Sabtu (10/10/2026), ia berada di Bandung menghadiri agenda Partai Golkar sebagai Ketua DPD Golkar Kaltim.

Pada malam harinya, Rudy berangkat menuju Singapura. Minggu pagi, foto dirinya sedang sarapan di hotel di Singapura beredar dan menjadi pemicu perbincangan publik.

Pemprov: Biaya Pribadi dan Izin Lisan Mendagri

Pemprov Kaltim menyebut perjalanan tersebut menggunakan biaya pribadi dan tidak membebani APBD. Ririn juga menyatakan perjalanan ke luar negeri itu telah memperoleh persetujuan lisan dari Menteri Dalam Negeri.

Permohonan tertulis disampaikan secara paralel karena keberangkatan dilakukan pada akhir pekan.

"Perjalanan ini telah mendapat persetujuan lisan dari Menteri Dalam Negeri. Permohonan tertulis juga disampaikan secara paralel," kata Ririn, Selasa (13/10/2026).

Rudy kemudian disebut kembali ke Jakarta pada Senin (12/10/2026) siang sebelum melanjutkan perjalanan ke Balikpapan pada sore hari.

Soal Timing yang Jadi Sorotan

Klarifikasi tersebut tidak otomatis menghapus sorotan. Persoalan yang berkembang di ruang publik bukan semata soal siapa yang membayar perjalanan.

Yang dipersoalkan adalah timing keberangkatan kepala daerah ketika Kaltim masih menghadapi karhutla, serta bagaimana izin perjalanan tersebut diproses.

Pemprov mengakui memahami munculnya pertanyaan publik. Ririn menyampaikan permohonan maaf apabila perjalanan tersebut menimbulkan kekecewaan atau persepsi yang kurang berkenan.

"Kami menyampaikan permohonan maaf jika perjalanan ini menimbulkan pertanyaan atau kekecewaan. Kepekaan dan empati terhadap kondisi masyarakat tetap menjadi perhatian kami," tutup Ririn.

Follow kaltimnow.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: klikkaltim.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks