Pencarian

Danantara Bidik Nilai Ekonomi Data Center AI Rp30 Triliun

Selasa, 20 Oktober 2026 • 08:36:01 WIB
Danantara Bidik Nilai Ekonomi Data Center AI Rp30 Triliun
CTO Danantara Sigit Puji Santosa menyampaikan proyeksi nilai ekonomi ekspansi pusat data AI dalam jumpa pers di Jakarta, Senin (19/10/2026).

KALIMANTAN TIMUR — Badan Pengelola Investasi (BPI) Danantara memproyeksikan nilai ekonomi ekspansi pusat data berbasis kecerdasan buatan (AI) di Indonesia melampaui Rp30 triliun atau setara USD1,7 miliar. Proyeksi itu diumumkan menjelang gelaran Danantara Technology, Innovation, and Investment Forum (DTIIF) pada 26-28 Oktober 2026 di Jakarta. Nilai tersebut jauh lebih besar dibanding pendapatan yang selama ini hanya diperoleh dari menyewakan lahan.

Chief Technology Officer (CTO) Danantara, Sigit Puji Santosa, menyampaikan proyeksi tersebut dalam jumpa pers di Wisma Danantara, Jakarta, Senin (19/10/2026). Menurut dia, arah pembangunan pusat data nasional kini bergeser dari sekadar penyedia lahan fisik menjadi pemilik rantai nilai teknologi komputasi bernilai tambah tinggi.

Dari Sewa Lahan ke Kepemilikan Rantai Nilai

Sigit membeberkan hitungan bisnis yang mendasari perubahan model tersebut. Jika Danantara hanya menyewakan lahan untuk setiap 100 megawatt hour data center, investasi yang masuk memang mencapai 3 sampai 4 miliar dolar AS.

Masalahnya, pendapatan yang diterima Indonesia dari skema itu hanya sekitar 100 sampai 150 juta dolar AS. Angka itu dinilai terlalu kecil dibandingkan nilai investasi yang ditanam.

Dengan ikut membangun melalui kemitraan strategis hingga penguasaan cip dan pengendali berbasis AI, penerimaan disebut bisa melesat menjadi 1,5 hingga 1,7 miliar dolar AS. Lompatan inilah yang ingin dikunci Danantara lewat forum DTIIF.

Kebutuhan Data Center Bergeser ke Arsitektur AI

Sigit menjelaskan, kebutuhan pusat data modern telah berubah dari fasilitas komputasi skala besar (hyperscale) konvensional menuju arsitektur mutakhir berbasis kecerdasan buatan. Pergeseran itu membuat pasokan komponen inti, terutama cip dan pengendali, menjadi penentu daya saing.

Untuk mengamankan pasokan tersebut, Danantara telah meneken kontrak kerja sama dengan industri asal Inggris, Arm. Kerja sama itu diarahkan mendukung pengembangan enam sektor industri prioritas.

Danantara juga mengunci aliansi teknologi semikonduktor untuk kebutuhan cip dan pengendali. Sigit menyebut antrean komponen tersebut di pasar global saat ini mencapai 16 hingga 48 bulan, sehingga penguasaan pasokan menjadi krusial.

"Industri data center sangat sarat teknologi, dan kami sudah menandatangani kontrak kerja sama dengan industri di Inggris, Arm, untuk mendukung pengembangan enam sektor industri prioritas," kata Sigit.

1.500 Peserta hingga Nama Besar Silicon Valley

Forum DTIIF diproyeksikan dihadiri sedikitnya 1.500 peserta. Rinciannya, 170 inovator global, lebih dari 100 pimpinan korporasi teknologi dunia, 60 hingga 70 pusat riset inovasi, serta lebih dari 50 perguruan tinggi terkemuka.

Sejumlah raksasa teknologi dari kawasan Silicon Valley hingga SpaceX dikabarkan turut ambil bagian. Peraih Nobel Ekonomi, Peter Howitt, juga masuk daftar peserta.

Kehadiran nama-nama besar itu menjadi sinyal bahwa Danantara ingin memposisikan Indonesia sebagai pemain dalam rantai nilai komputasi AI, bukan sekadar tuan rumah yang menyewakan lahan.

Bagi pelaku industri dalam negeri, perubahan model bisnis ini berpotensi membuka ruang kemitraan di sepanjang rantai pasok, mulai dari perakitan perangkat, layanan komputasi, hingga pengembangan talenta digital. Pemerintah sendiri tengah mendorong hilirisasi teknologi sebagai bagian dari agenda transformasi ekonomi nasional.

Jika terealisasi sesuai jadwal, ekspansi pusat data AI Danantara akan menjadi salah satu proyek teknologi terbesar yang digarap lewat skema investasi negara. Publik tinggal menunggu apakah proyeksi Rp30 triliun itu berujung pada kontrak konkret usai forum berakhir.

Follow kaltimnow.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: ekbis.sindonews.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks