Pencarian

Bayi 1 Tahun di Samarinda Meninggal Usai Sesak Napas, Keluarga Sebut Kabut Asap Karhutla Selimuti Rumah

Jumat, 16 Oktober 2026 • 13:31:31 WIB
Bayi 1 Tahun di Samarinda Meninggal Usai Sesak Napas, Keluarga Sebut Kabut Asap Karhutla Selimuti Rumah
Bayi berusia 1 tahun 2 bulan di Samarinda meninggal dunia setelah dirawat intensif di ruang ICU akibat sesak napas.

SAMARINDA — Seorang bayi berusia 1 tahun 2 bulan meninggal dunia setelah menjalani perawatan intensif di ruang ICU rumah sakit pada Kamis (15/10/2027). Kondisi bayi memburuk setelah sebelumnya dibawa ke rumah sakit untuk mendapatkan penanganan medis pada Rabu (14/10/2026) akibat sesak napas.

Keluarga korban menyebut kabut asap kebakaran hutan dan lahan (karhutla) menyelimuti lingkungan tempat tinggal mereka di Jalan Diponegoro, Kelurahan Bukuan, Kecamatan Palaran, Samarinda. Paparan asap itu diduga memperparah kondisi pernapasan bayi yang masih balita.

Kronologi: Sesak Napas hingga Perawatan di Ruang ICU

Menurut keterangan keluarga, bayi tersebut awalnya mengalami sesak napas hingga harus dibawa ke rumah sakit untuk penanganan medis pada Rabu (14/10/2026). Kondisinya kemudian memburuk dan mengharuskannya menjalani perawatan di ruang ICU.

Meski mendapat penanganan intensif, nyawa bayi tersebut tidak tertolong. Ia meninggal dunia pada Kamis (15/10/2027).

Kesaksian Kakek Korban: Asap Selimuti Lingkungan Rumah

Kakek korban, Sarno, menyebut saat kejadian kabut asap menyelimuti lingkungan tempat tinggal keluarga. Kondisi itu membuat keluarga khawatir terhadap kesehatan cucunya yang masih bayi.

"Waktu itu cucu saya mengalami sesak napas, di sekitar rumah memang ada kabut asap yang menyelimuti lingkungan, kami khawatir kondisi asap itu berdampak pada pernapasannya," terang Sarno lirih.

Kabut Asap Karhutla dan Risiko pada Bayi

Kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan menjadi ancaman serius bagi kelompok rentan, terutama bayi dan balita. Paparan partikel halus dari asap dapat memicu gangguan saluran pernapasan akut pada anak usia dini.

Lingkungan permukiman di Jalan Diponegoro, Kelurahan Bukuan, Kecamatan Palaran, menjadi salah satu titik yang terdampak kabut asap saat kejadian. Keluarga korban mengaku tidak menyangka kondisi tersebut berujung pada kematian sang bayi.

Kasus ini menambah daftar dampak kesehatan akibat kabut asap karhutla di Kalimantan Timur. Warga di kawasan terdampak diimbau lebih waspada terhadap kondisi udara, khususnya keluarga yang memiliki bayi dan anak kecil.

Follow kaltimnow.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: gotvnews.co.id

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks