Pencarian

Pemkab Mahulu dan Unmul Kolaborasi Kembangkan Wisata Air Terjun Jantur Batang di Kampung Long Melaham

Sabtu, 06 Juni 2026 • 13:02:31 WIB
Pemkab Mahulu dan Unmul Kolaborasi Kembangkan Wisata Air Terjun Jantur Batang di Kampung Long Melaham
Pemkab Mahulu dan Unmul menyelesaikan dokumen perencanaan pengembangan wisata air terjun Jantur Batang.

UJOH BILANG — Pemerintah Kabupaten Mahakam Ulu (Mahulu) bersama Universitas Mulawarman (Unmul) Samarinda merampungkan penyusunan dokumen perencanaan pengembangan wisata air terjun Jantur Batang di Kampung Long Melaham. Kawasan ini dinilai menyimpan nilai ekologis, sosial, dan budaya yang strategis bagi sektor pariwisata daerah.

Asisten I Bidang Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Setkab Mahulu Agustinus Teguh Santoso mengatakan potensi besar ini tidak akan berkembang tanpa perencanaan yang jelas dan terukur. Oleh karena itu, penyusunan dokumen perencanaan wisata menjadi langkah awal yang krusial.

Mengapa Dokumen Perencanaan Jadi Prioritas?

Menurut Agustinus, dokumen ini memastikan pengembangan kawasan wisata dilakukan secara sistematis dan tetap memperhatikan kelestarian lingkungan. "Perencanaan pengembangan destinasi wisata ini tidak hanya berfokus pada pembangunan infrastruktur fisik, tetapi juga mencakup aspek aksesibilitas, tata kelola destinasi, pelestarian lingkungan, hingga peningkatan partisipasi warga kampung," ujarnya di Ujoh Bilang, Jumat.

Pemerintah daerah tidak ingin kawasan ini dikelola secara sporadis. Dengan dokumen perencanaan yang matang, seluruh pemangku kepentingan memiliki acuan yang sama dalam mengembangkan Jantur Batang.

Seminar Pendahuluan: Menampung Masukan dari Semua Pihak

Sebagai bagian dari proses penyusunan, Pemkab Mahulu menggelar seminar pendahuluan di Kantor Bupati Mahulu pada Rabu, dua hari lalu. Forum ini menjadi ajang untuk menghimpun masukan, pandangan, dan rekomendasi dari berbagai pemangku kepentingan.

Mulai dari perangkat daerah terkait, pemerintah kampung, masyarakat adat, hingga kelompok sadar wisata (Pokdarwis) dilibatkan dalam diskusi tersebut. "Sinergi antara pemerintah daerah, perangkat daerah terkait, pemerintah kampung, masyarakat adat, Pokdarwis, serta seluruh pemangku kepentingan menjadi prasyarat penting dalam mewujudkan pariwisata yang terarah dan berkelanjutan," kata Agustinus.

Dampak Ekonomi yang Diharapkan untuk Warga Kampung

Kehadiran destinasi wisata ini diharapkan mampu menjadi penggerak ekonomi lokal. Sektor pariwisata diyakini dapat membuka peluang usaha baru, memperkuat peran pelaku UMKM, dan meningkatkan kapasitas kelompok sadar wisata di Kampung Long Melaham.

Pemerintah menekankan bahwa pengembangan Jantur Batang tidak hanya soal mendatangkan pengunjung, tetapi juga bagaimana menciptakan manfaat ekonomi yang berkelanjutan bagi masyarakat sekitar. "Perencanaan yang baik bukan hanya berbicara mengenai pembangunan fisik, tetapi juga bagaimana kami menata lokasi, memperkuat tata kelola destinasi, menjaga kelestarian lingkungan, serta mendorong keterlibatan aktif masyarakat dalam pengembangan wisata," pungkas Agustinus.

Bagikan
Sumber: kaltim.antaranews.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks