Pencarian

Bangun Jalan Tol Baru, Waskita Karya Fokus ke Bisnis Inti Usai Disuntik BP BUMN-Danantara

Minggu, 19 Juli 2026 • 16:12:29 WIB
Bangun Jalan Tol Baru, Waskita Karya Fokus ke Bisnis Inti Usai Disuntik BP BUMN-Danantara
Waskita Karya fokus pada bisnis inti jalan tol setelah mendapat suntikan modal dari BP BUMN dan Danantara.

KALIMANTAN TIMUR — Kepala BP BUMN sekaligus COO Danantara, Dony Oskaria, menegaskan restrukturisasi Waskita Karya diarahkan untuk memperkuat fundamental bisnis, bukan menunda kewajiban. "Kami ingin Waskita kembali menjadi pemain utama di sektor jalan tol, bukan sekadar perusahaan konstruksi yang menanggung beban proyek-proyek bermasalah," ujarnya dalam keterangan resmi, pekan lalu.

Beban Utang dan Langkah Penyehatan

Sepanjang 2023-2024, Waskita tercatat memiliki utang jatuh tempo lebih dari Rp 30 triliun, sebagian besar berasal dari proyek infrastruktur yang mangkrak dan biaya bunga tinggi. BP BUMN bersama Danantara pun menyuntikkan dana segar serta melakukan renegosiasi dengan kreditur.

Skema restrukturisasi mencakup konversi utang menjadi penyertaan modal negara (PMN) dan pemangkasan biaya operasional. Dony menambahkan, "Kami sudah identifikasi proyek mana yang bisa dilanjutkan dan mana yang harus dihentikan. Fokus utama Waskita adalah jalan tol, bukan properti atau proyek non-inti lainnya."

Dampak ke Proyek Jalan Tol dan Masyarakat

Langkah ini langsung berdampak pada kelanjutan proyek jalan tol Trans Sumatera dan Tol Trans Jawa yang sempat terhambat. Waskita saat ini menggarap ruas tol Kayu Agung-Palembang-Betung (Kapal Betung) dan Tol Cimanggis-Cibitung yang progresnya baru mencapai 65 persen.

Dengan suntikan modal dan restrukturisasi, target penyelesaian ruas tol tersebut diharapkan bisa dipercepat. Masyarakat di Sumatera dan Jawa Barat pun akan merasakan konektivitas yang lebih baik, terutama untuk distribusi logistik dan mobilitas harian.

Rencana ke Depan: Waskita Kembali ke Rel Bisnis Inti

Ke depan, Waskita tidak akan lagi menerima proyek konstruksi umum yang berisiko tinggi. Perusahaan akan fokus sebagai kontraktor dan pengelola jalan tol, dengan target pendapatan dari tol mencapai 70 persen dari total bisnis pada 2026.

BP BUMN juga memastikan tidak akan ada PHK massal, namun akan ada efisiensi tenaga kerja melalui program pensiun dini dan rekrutmen ulang untuk posisi strategis. "Ini bukan soal memecat orang, tapi soal menempatkan orang yang tepat di tempat yang tepat," pungkas Dony.

Bagikan
Sumber: ekonomi.republika.co.id

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks