Pencarian

Polisi Kesulitan Identifikasi Pria Tewas di Gardu Listrik LRT Pancoran, Sidik Jari Tak Terbaca

Jumat, 04 September 2026 • 06:58:01 WIB
Polisi Kesulitan Identifikasi Pria Tewas di Gardu Listrik LRT Pancoran, Sidik Jari Tak Terbaca
Tim Inafis Polres Metro Jakarta Selatan masih melakukan identifikasi terhadap pria yang ditemukan tewas di gardu listrik LRT Pancoran.

KALIMANTAN TIMUR — Penyelidikan kematian pria misterius di gardu listrik milik PLN yang berada di bawah lintasan LRT Pancoran masih berjalan. Polres Metro Jakarta Selatan telah mengerahkan tim Inafis untuk melakukan identifikasi, namun hasilnya belum membuahkan titik terang. Kesulitan utama terletak pada kondisi fisik korban yang tidak memungkinkan dikenali, termasuk sidik jari yang gagal terbaca.

Kasi Humas Polres Metro Jakarta Selatan, AKP Joko Adi Wibowo, mengungkapkan bahwa hingga saat ini belum ada pihak keluarga yang datang melapor ke Polsek maupun Polres untuk menanyakan anggota keluarganya yang hilang. Kondisi itu semakin mempersulit upaya polisi dalam mengungkap asal-usul korban.

Dugaan Korban Hendak Mencuri Kabel

Dari barang-barang yang ditemukan di sekitar jasad korban, polisi memiliki hipotesis awal mengenai motif kehadirannya di lokasi. Kapolsek Pancoran, Kompol Suminto, menjelaskan bahwa korban masuk ke dalam gardu dengan membawa perlengkapan yang mengarah pada aksi pencurian kabel instalasi listrik.

"Korban masuk dari bawah dengan membawa kantong plastik dengan gergaji beserta topi. Kemudian naik ke atas lantai dua di gardu tersebut. Diduga tersengat listrik tegangan tinggi," kata Suminto kepada wartawan, Selasa (1/9/2026) malam.

Polisi meyakini korban adalah seorang pria yang mencoba mengambil kabel di dalam gardu. Lokasi tersebut merupakan salah satu titik pasokan listrik penting bagi operasional kereta LRT yang melintas di atasnya, sehingga aksi yang dilakukan korban berisiko besar mengganggu layanan transportasi umum apabila tidak segera dihentikan.

Kronologi Penemuan Jasad dan Proses Evakuasi

Jasad pria tanpa dokumen identitas itu pertama kali ditemukan oleh warga sekitar pada Selasa sore, sekitar pukul 17.50 WIB. Saat ditemukan, korban sudah dalam keadaan tidak bernyawa dan tidak membawa kartu tanda penduduk maupun barang pribadi lain yang bisa membantu proses identifikasi.

Petugas dari kepolisian sektor Pancoran yang tiba di lokasi langsung melakukan olah tempat kejadian perkara. Proses evakuasi jasad berlangsung hati-hati mengingat lokasi penemuan berada di dalam instalasi listrik bertegangan tinggi yang masih aktif dan membahayakan keselamatan petugas.

Hingga berita ini diturunkan, Jumat (4/9/2026), polisi masih menunggu hasil pemeriksaan lebih lanjut dari tim Inafis. Jika sidik jari korban dapat dipulihkan melalui metode tertentu, identitasnya diharapkan segera terungkap dan kasus ini bisa dituntaskan.

Belum ada keterangan resmi mengenai langkah selanjutnya yang akan diambil kepolisian apabila upaya identifikasi melalui sidik jari gagal. Namun, penyebarluasan ciri-ciri fisik korban melalui media dan koordinasi dengan rumah sakit dapat menjadi opsi untuk menjaring laporan warga yang kehilangan anggota keluarga.

Follow kaltimnow.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: liputan6.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks