Satgas Pangan Polda Kalimantan Timur memantau langsung kenaikan harga beras dan daging sapi di sejumlah pasar tradisional Balikpapan pada pekan pertama September 2026. Pengawasan diperketat karena 80 persen kebutuhan pokok kota ini bergantung pada pasokan dari luar daerah seperti Kalimantan Selatan dan Jawa Timur.
BALIKPAPAN — Satuan Tugas (Satgas) Pangan Kepolisian Daerah Kalimantan Timur (Polda Kaltim) memperketat pengawasan harga dan pasokan bahan pokok (bapok) di pasar tradisional Kota Balikpapan. Langkah ini diambil setelah terpantau adanya kenaikan harga pada komoditas beras dan daging sapi di pekan pertama September 2026.
Kasubdit I Indagsi Ditreskrimsus Polda Kaltim Kompol Ricky Ricardo Sibarani mengatakan kenaikan harga dipicu dinamika distribusi dari luar daerah serta fluktuasi pola permintaan masyarakat.
Pemicu Kenaikan Harga di Kota Penyangga IKN
Balikpapan bukan daerah produsen pangan. Sebanyak 80 persen kebutuhan bapok bergantung pada pasokan dari Kalimantan Selatan, Sulawesi Selatan, Jawa Timur, hingga Nusa Tenggara Timur (NTT).
Ketergantungan ini membuat struktur harga sangat sensitif terhadap hambatan logistik laut dan cuaca di pelabuhan. Keterlambatan bongkar muat kapal atau truk pengangkut dapat memicu lonjakan harga dalam waktu singkat, terutama untuk cabai, bawang, dan daging.
Status Balikpapan sebagai kota besar sekaligus penyangga Ibu Kota Nusantara (IKN) membuat tingkat konsumsi rumah tangga, hotel, dan industri jasa sangat tinggi.
Komoditas yang Stabil dan yang Turun
Di tengah kenaikan beras dan daging sapi, sejumlah komoditas lain justru terpantau aman. Minyak goreng, gula, dan tepung terigu dilaporkan stabil.
Berdasarkan pemantauan pada Jumat (4/9) sebelumnya, beberapa komoditas hortikultura sempat menunjukkan tren penurunan harga. Secara keseluruhan, pasokan bapok di Balikpapan dipastikan dalam kondisi aman.
Mengawasi Praktik Spekulasi di Tingkat Pedagang
"Kami terus memantau pergerakan harga dan pasokan di pasar secara rutin. Pengawasan ini penting agar masyarakat mendapatkan bahan pokok dengan harga yang wajar," kata Kompol Ricky di Balikpapan, Minggu.
Pemantauan dilakukan secara terpadu bersama Dinas Perdagangan, Dinas Ketahanan Pangan, dan pengelola pasar setempat. Tim turun langsung ke pedagang untuk mengecek stok, harga jual, hingga kelancaran jalur distribusi dari daerah asal penyuplai.
Satgas Pangan Polda Kaltim menegaskan pentingnya koordinasi lintas instansi untuk mengantisipasi gangguan suplai sejak dini. Pengawasan ketat juga ditujukan untuk mencegah praktik penimbunan stok atau permainan harga sepihak di tingkat pedagang.