SAMARINDA — Musyawarah Olahraga Provinsi (Musorprov) X Ikatan Pencak Silat Indonesia (IPSI) Kalimantan Timur berakhir dengan keputusan bulat. Wakil Gubernur Kaltim Seno Aji ditetapkan sebagai ketua umum periode 2026–2030 melalui mekanisme aklamasi. Proses pemilihan yang berlangsung di Samarinda itu hanya diikuti satu calon resmi.
Aklamasi Terjadi Setelah Dua Nama Lain Mundur
Ketua Tim Penjaringan dan Penyaringan (TPP) Musorprov IPSI Kaltim, Ego Arifin, mengungkapkan bahwa tiga tokoh sempat muncul dalam bursa: Andi Harun, Rendi Solihin, dan Seno Aji. Namun dinamika berubah drastis. Andi Harun memilih tidak mengambil formulir pendaftaran, sementara Rendi Solihin tidak mengembalikan formulir hingga batas waktu yang ditentukan.
"Karena hingga akhir pendaftaran hanya ada satu calon resmi dengan berkas lengkap dan valid, maka seluruh pemilik hak suara sepakat memilih Pak Seno Aji secara aklamasi," ujar Ego Arifin di Samarinda, Sabtu (24/7).
Lepas Jabatan Forki Demi Totalitas
Seno Aji tak main-main dengan komitmennya. Ia telah menanggalkan jabatan sebagai Ketua Federasi Olahraga Karate-Do Indonesia (FORKI) Kaltim melalui surat pengunduran diri tertulis per 24 Juli 2026. Ego Arifin menegaskan langkah ini sesuai AD/ART IPSI yang melarang rangkap jabatan sebagai pimpinan organisasi cabang olahraga bela diri lain.
Surat Pengesahan resmi dari PB FORKI Nomor 238/PB FORKI-Sekjen/VII/2026 telah terbit, sehingga status administratif Seno Aji dinyatakan bersih dan sah. Musorprov ini dibuka langsung oleh Wakil Sekretaris Jenderal Pengurus Besar (PB) IPSI, Sunarno.
Empat Pilar Strategi: Pelatihan, Seleksi, Pembinaan, dan Sinergi
Usai terpilih, Seno Aji menyampaikan empat pilar utama yang wajib dibangun secara sinergis. Pertama, peningkatan kualitas pelatih dan atlet. Kedua, seleksi ketat melalui kejuaraan daerah. Ketiga, pembinaan berjenjang dari tingkat perguruan. Keempat, sinergi dengan pemerintah daerah dan PB IPSI.
Seno berjanji menyatukan seluruh elemen perguruan silat di Kaltim. Target besarnya: meraih kejayaan dan mendominasi perolehan medali pada Pekan Olahraga Nasional (PON) XXII mendatang di Nusa Tenggara Barat (NTB) dan Nusa Tenggara Timur (NTT).
Target Besar Menatap PON XXII
Pergantian pimpinan ini menjadi tonggak baru bagi IPSI Kaltim. Seno menggantikan Andi Harun yang telah menuntaskan masa bakti 2022–2026. Dengan pengalaman sebagai wagub dan jejaring luas, Seno diharapkan mampu mendongkrak prestasi pencak silat Benua Etam. "Kita harus kompak, semua perguruan bersatu, agar Kaltim menjadi kekuatan utama di PON nanti," tegasnya. (ANTARA)