KALIMANTAN TIMUR — Harga modul memori NAND yang terus naik membuat SSD 2 TB kini sulit ditemukan di bawah $250 (sekitar Rp4,1 juta). Kondisi ini memicu para gamer untuk mencari cara menghemat ruang penyimpanan yang sudah ada. Game Compressor, aplikasi berbayar yang tersedia di Steam, menawarkan pendekatan praktis: mengompres file game menggunakan algoritma LZX bawaan Windows.
Seberapa Besar Penghematan yang Bisa Didapat?
Bergantung pada jenis game, hasil kompresi bisa sangat signifikan. Dalam pengujian yang dilaporkan, ARK: Survival Evolved yang semula memakan 169 GB berhasil ditekan menjadi 91 GB—hanya 54% dari ukuran aslinya. Game lain seperti Crimson Desert diklaim bisa menghemat 32 GB. Tidak semua game memiliki rasio kompresi tinggi, tapi jika satu judul saja bisa menyusut puluhan GB, itu cukup untuk menginstal game lain.
Cara Kerja dan Fitur Unggulan
Setelah menginstal Game Compressor ($5,99 di Steam), pengguna cukup menentukan folder yang dipantau—misalnya folder Steam. Tool ini akan memindai game yang tersedia dan menampilkan preview estimasi penghematan sebelum kompresi dijalankan. Fitur ini menghindarkan pengguna dari proses panjang yang ternyata sia-sia. Proses kompresi bisa diantrekan, dijeda, atau dibatalkan kapan saja—kemudahan yang tidak dimiliki kompresi manual via command prompt Windows.
Game Compressor juga mampu mendeteksi file seperti video yang tidak efisien untuk dikompres lebih lanjut, sehingga tidak membuang waktu. Salah satu keunggulan utamanya adalah kemampuan memantau game yang mendapat patch. Jika file game sebesar 50 GB diperbarui, kompresi akan diterapkan ulang secara otomatis, menjaga ruang penyimpanan tetap hemat.
Kelemahan dan Catatan Penting
Kompresi berbasis CPU memang menambah sedikit beban pemrosesan. Namun, menurut sumber, hampir tidak ada game modern yang mampu memanfaatkan seluruh inti prosesor secara penuh, sehingga overhead ini jarang terasa. Bahkan, terkadang waktu muat game justru lebih cepat karena data yang dibaca lebih sedikit dari penyimpanan.
Peringatan utama: jangan gunakan kompresi pada game yang mendukung DirectStorage. API tersebut mengandalkan transfer data langsung dari penyimpanan ke VRAM, dan penambahan langkah dekompresi CPU bisa menyebabkan stuttering. Saat ini game dengan DirectStorage masih sangat sedikit.
Harga dan Alternatif
Game Compressor dijual seharga $5,99 (sekitar Rp99.000) di Steam. Bagi yang enggan mengeluarkan uang, ada alternatif open-source bernama CompressGUI yang juga cukup berguna, meskipun fiturnya tidak selengkap Game Compressor. Beberapa pengguna mungkin berargumen bahwa Windows 10 ke atas sudah memiliki perintah compress yang mendukung LZX. Namun, Game Compressor menawarkan kenyamanan: visualisasi status, antrean tugas, dan kompresi ulang patch secara otomatis yang menghemat waktu.
Kesimpulan
Bagi gamer PC—terutama pengguna laptop, handheld, atau PC dengan SSD kecil—Game Compressor adalah investasi murah yang bisa memberikan kelegaan ruang penyimpanan. Dengan hasil yang sudah terbukti pada judul-judul berat, tool ini layak dipertimbangkan sebagai pelengkap manajemen penyimpanan, apalagi di tengah harga storage yang masih tinggi.