UJOH BILANG — Bank Indonesia (BI) Perwakilan Kalimantan Timur mencatat pertumbuhan pembiayaan syariah di Kabupaten Mahakam Ulu mencapai 368,47 persen pada triwulan IV 2025. Angka ini menjadikan Mahakam Ulu sebagai daerah dengan pertumbuhan tertinggi di seluruh Kalimantan Timur untuk sektor tersebut.
Data BI Kaltim menunjukkan bahwa lonjakan ini terjadi di tengah tren pertumbuhan pembiayaan syariah yang juga meningkat di daerah lain, namun tidak ada yang menyentuh angka setinggi Mahakam Ulu. Capaian ini mencerminkan akselerasi penetrasi perbankan syariah di wilayah pedalaman yang sebelumnya mungkin kurang terjangkau.
Mengapa Pertumbuhan di Mahakam Ulu Paling Tinggi?
Meskipun data BI Kaltim tidak merinci faktor penyebab secara eksplisit, lonjakan 368,47 persen mengindikasikan adanya basis efek yang rendah (low base effect) di Mahakam Ulu. Artinya, volume pembiayaan syariah sebelumnya sangat kecil, sehingga peningkatan nominal yang tidak terlalu besar pun menghasilkan persentase pertumbuhan yang dramatis.
Faktor lain yang mungkin mendorong pertumbuhan ini adalah meningkatnya literasi masyarakat terhadap produk keuangan syariah serta perluasan jaringan kantor bank syariah atau layanan digital di wilayah tersebut. Mahakam Ulu dikenal sebagai daerah dengan akses geografis yang menantang, sehingga kehadiran layanan keuangan digital bisa menjadi katalis.
Perbandingan dengan Daerah Lain di Kaltim
BI Kaltim tidak merilis data perbandingan nominal pembiayaan antar daerah dalam laporan tersebut. Namun, dengan menjadikan Mahakam Ulu sebagai tolok ukur tertinggi, dapat diasumsikan bahwa daerah perkotaan besar seperti Balikpapan, Samarinda, atau Kutai Kartanegara mencatat pertumbuhan yang lebih moderat namun dengan volume nominal yang jauh lebih besar.
Pertumbuhan pembiayaan syariah secara agregat di Kalimantan Timur sendiri terus menunjukkan tren positif sejalan dengan program nasional pengembangan ekonomi dan keuangan syariah yang digalakkan pemerintah dan otoritas jasa keuangan.
Dampak bagi Masyarakat Mahakam Ulu
Meningkatnya pembiayaan syariah di Mahakam Ulu berpotensi mendorong aktivitas ekonomi lokal, terutama di sektor UMKM dan pertanian. Pembiayaan berbasis syariah dengan prinsip bagi hasil atau jual beli dinilai lebih sesuai bagi masyarakat yang tidak ingin terbebani bunga konvensional.
Ke depan, akselerasi ini diharapkan bisa menjangkau lebih banyak pelaku usaha kecil di pedalaman yang selama ini kesulitan mengakses permodalan dari bank konvensional karena keterbatasan agunan atau jarak geografis.
BI Kaltim terus memantau perkembangan ini sebagai bagian dari upaya mendorong inklusi keuangan yang merata di seluruh wilayah provinsi, termasuk daerah terpencil seperti Mahakam Ulu.