SAMARINDA — Angka pengangguran terbuka di Kalimantan Timur masih didominasi oleh lulusan SMK. Data yang dirilis oleh instansi terkait menunjukkan bahwa kelompok lulusan kejuruan ini menjadi penyumbang tertinggi dibandingkan lulusan SMA, diploma, maupun sarjana.
Mengapa Lulusan SMK Paling Terdampak?
Fenomena ini berbanding terbalik dengan tujuan awal pendirian SMK yang diharapkan mencetak tenaga kerja siap pakai. Salah satu faktor yang disebut-sebut adalah ketidaksesuaian antara kompetensi yang diajarkan di sekolah dengan kebutuhan industri di Kaltim.
“Kurikulum yang ada kadang tertinggal dengan perkembangan teknologi di lapangan,” ujar seorang pengamat pendidikan setempat. Akibatnya, lulusan SMK kerap harus mengikuti pelatihan tambahan sebelum benar-benar bisa diserap pasar kerja.
Data dan Fakta Pengangguran di Kaltim
- Lulusan SMK menempati peringkat pertama penyumbang pengangguran terbuka di Kaltim.
- Angka ini lebih tinggi dibandingkan lulusan SMA, diploma, dan universitas.
- Fenomena ini terjadi di tengah tingginya investasi dan proyek pembangunan di provinsi tersebut.
Apa Langkah Selanjutnya?
Pemerintah Provinsi Kaltim melalui dinas terkait terus mendorong program link and match antara SMK dan industri. Beberapa sekolah kejuruan mulai menjalin kerja sama dengan perusahaan tambang dan perkebunan besar di wilayah tersebut.
Selain itu, program magang dan sertifikasi kompetensi juga digencarkan agar lulusan SMK memiliki daya saing lebih tinggi. Namun, efektivitas program ini masih perlu dievaluasi secara berkala mengingat angka pengangguran belum menunjukkan penurunan signifikan.