SAMARINDA — Komisi II DPRD Kota Samarinda melayangkan kritik keras terhadap kinerja Perusahaan Umum Daerah (Perumda) Varia Niaga. Realisasi usaha perusahaan pelat merah ini dinilai tidak sebanding dengan besarnya suntikan modal yang diberikan pemerintah kota.
Ketidakseimbangan antara penyertaan modal dan kontribusi pendapatan asli daerah (PAD) tersebut terungkap dalam rapat evaluasi arah bisnis perusahaan. Legislator menyoroti tata kelola manajemen yang dianggap belum mampu mengoptimalkan potensi usaha yang ada hingga saat ini.
Perbandingan Setoran PAD dengan Bunga Deposito Bank
Ketua Komisi II DPRD Samarinda, Iswandi mengungkapkan bahwa kontribusi keuangan Varia Niaga kepada daerah pada 2025 tercatat hanya sekitar Rp 500 juta. Angka ini dinilai sangat minim mengingat perusahaan telah mendapatkan penyertaan modal mencapai Rp 10 miliar.
Iswandi memberikan ilustrasi tajam mengenai efektivitas penggunaan dana publik tersebut. Menurutnya, hasil yang didapat saat ini tidak jauh berbeda dengan bunga simpanan pasif di perbankan jika dana tersebut hanya disimpan tanpa dikelola sebagai bisnis.
"Kalau Rp 10 miliar itu didepositokan dengan bunga lima persen saja, hasilnya juga bisa sekitar Rp 500 juta," tegas Iswandi, Kamis (7/5/2026).
Manajemen Diminta Fokus pada Core Business Utama
Selain persoalan angka, DPRD juga menyoroti banyaknya lini usaha yang direncanakan namun tidak berjalan maksimal. Dari total 21 bidang usaha yang masuk dalam rencana bisnis, saat ini tercatat baru sekitar 11 usaha yang sudah beroperasi.
Kondisi ini menunjukkan belum adanya fokus yang jelas dalam pengembangan bisnis perusahaan daerah. Iswandi mengingatkan agar manajemen tidak mengulangi pola lama dengan membuka terlalu banyak lini bisnis di luar kompetensi tanpa perhitungan matang.
"Kita sudah beberapa kali memanggil Varia Niaga. Saya sudah bilang mereka harus fokus terhadap core business yang benar-benar dikuasai," ujarnya.
Evaluasi Menyeluruh dan Pengawasan Ketat Legislatif
Dewan menekankan pentingnya prioritas pada sektor usaha yang memiliki potensi keuntungan optimal. Ekspansi bisnis yang terlalu lebar tanpa penguasaan pasar dinilai hanya akan menimbulkan risiko baru dan membuat perusahaan sulit berkembang secara maksimal.
Komisi II DPRD Samarinda menegaskan akan terus melakukan pengawasan ketat terhadap langkah pembenahan di internal Varia Niaga. Evaluasi menyeluruh terhadap strategi pengembangan usaha dan efektivitas penggunaan modal menjadi syarat mutlak bagi perbaikan kinerja ke depan.
DPRD berharap manajemen segera melakukan langkah konkret agar keberadaan Perumda Varia Niaga benar-benar memberikan dampak signifikan bagi penguatan struktur PAD Kota Samarinda, bukan sekadar menghabiskan modal pemerintah.