NUSANTARA — Otorita Ibu Kota Nusantara (OIKN) memproyeksikan penghapusan angka kemiskinan di wilayah ibu kota baru pada 2035 mendatang. Strategi ini bertumpu pada penguatan sistem pendidikan berbasis teknologi sebagai pilar utama transformasi sosial dan ekonomi kawasan.
Komitmen tersebut ditegaskan dalam peringatan Hari Pendidikan Nasional pada Jumat (1/5/2026). OIKN kini tengah mematangkan peta jalan pendidikan berkelanjutan yang dirancang untuk membentuk wajah kota dalam dua hingga tiga dekade ke depan.
"Melalui pembangunan sumber daya manusia (SDM) yang kompeten dan berkarakter, IKN diarahkan untuk menjadi kota dunia yang inklusif dan berkelanjutan," tegas Staf Khusus Kepala OIKN Bidang Komunikasi Publik, Troy Pantouw, Jumat (1/5/2026).
Desain Kurikulum Berjenjang untuk Cetak SDM Unggul
Pemerintah menyusun desain pendidikan di IKN secara terintegrasi mulai dari jenjang anak usia dini hingga perguruan tinggi. Pada tingkat PAUD, fokus utama terletak pada penguatan manajemen diri dan dasar penalaran. Sementara itu, siswa Sekolah Dasar (SD) akan diarahkan pada eksplorasi lingkungan serta penguatan literasi dan numerasi.
Memasuki jenjang SMP, peserta didik didorong untuk mengembangkan kesadaran diri dan jiwa kepemimpinan. Untuk tingkat SMA/SMK dan vokasi, kurikulum akan diselaraskan dengan kesiapan dunia kerja serta perencanaan karier masa depan yang adaptif terhadap kebutuhan industri.
Pendidikan tinggi di IKN akan diperkuat dengan kehadiran pusat riset kelas dunia. Fasilitas ini diproyeksikan menjadi motor inovasi sekaligus penggerak utama ekonomi nasional. Pendekatan pembelajaran dibuat fleksibel dan personal guna memastikan setiap individu mampu mengoptimalkan potensi unik mereka.
Fasilitas Sekolah Cerdas dan Infrastruktur Hijau Berbasis Digital
OIKN juga menerapkan konsep sekolah cerdas (smart school) yang mengintegrasikan teknologi digital dalam tata kelola pendidikan. Penggunaan Sistem Informasi Manajemen Sekolah (SIMS) menjadi standar untuk meningkatkan efektivitas pembelajaran. Teknologi ini dimanfaatkan untuk mengasah kemampuan analisis, kolaborasi, dan pemecahan masalah siswa.
Selain aspek digital, pembangunan fisik sekolah di IKN mengusung prinsip bangunan hijau. Lingkungan belajar dirancang ramah lingkungan dengan memanfaatkan energi terbarukan, seperti pemasangan panel surya dan sistem pengelolaan air hujan. Penerapan prinsip 3R (reduce, reuse, recycle) menjadi bagian dari edukasi ekologi harian di sekolah.
"Pembangunan pendidikan adalah inti dari pembangunan infrastruktur sosial Ibu Kota Nusantara yang akan membentuk wajah kota ini dalam 20 hingga 30 tahun ke depan," ujar Deputi Bidang Sosial, Budaya, dan Pengembangan Masyarakat OIKN, Alimuddin.
Kolaborasi Lembaga Internasional Perkuat Ekosistem Pendidikan
Ekosistem pendidikan di IKN akan diperkuat melalui kolaborasi dengan berbagai lembaga pendidikan nasional dan internasional. Kehadiran sekolah unggulan serta universitas berbasis riset diharapkan mampu menjadikan IKN sebagai model pengembangan sistem pendidikan nasional masa depan.
Fokus utama pengembangan saat ini meliputi peningkatan mutu pembelajaran berbasis kurikulum internasional serta penyediaan tenaga pendidik berstandar global. OIKN optimistis bahwa integrasi antara teknologi, kurikulum adaptif, dan kepemimpinan sekolah yang transformatif akan menciptakan masyarakat yang bebas dari kemiskinan.
Langkah ini menjadi bagian dari visi besar IKN untuk tidak hanya membangun infrastruktur fisik, tetapi juga menciptakan peradaban baru yang inklusif. Transformasi pendidikan ini diharapkan mampu melahirkan generasi yang siap menghadapi tantangan abad ke-21 dari jantung Kalimantan Timur.