KALIMANTAN TIMUR — Kepanikan terjadi di salah satu mal di Kota Kupang sesaat setelah gempa mengguncang pukul 18.57 Wita. "Gempanya dua kali. Pertama terasa kecil tetapi kedua kali lebih besar goncangannya," kata Lia, seorang pengunjung, kepada Antara. Warga yang sedang makan malam terpaksa meninggalkan meja dan berhamburan ke luar gedung.
Guncangan Terkuat di Empat Kecamatan, Skala V MMI
Berdasarkan peta guncangan (shakemap) BMKG, intensitas tertinggi mencapai skala V MMI di Kecamatan Sulamu, Fatuleu Barat, Kupang Timur, dan Kota Oelamasi. Pada tingkat ini, getaran dirasakan hampir seluruh penduduk, barang-barang ringan terjatuh atau bergeser. Di Kota Kupang, So'e (TTS), Kefamenanu (TTU), dan Ba'a (Rote Ndao) getaran terasa pada skala IV MMI – banyak orang di dalam rumah merasakannya dan sebagian keluar bangunan.
Episenter di Darat, Kedalaman 44 Kilometer – Mekanisme Sesar Naik
Kepala Stasiun Geofisika Kupang Arief Tyastama menjelaskan, episenter gempa berada di darat sekitar 18 kilometer timur laut Kupang, pada koordinat 10,16° LS dan 123,77° BT, dengan kedalaman 44 kilometer. "Hasil analisis menunjukkan gempa ini merupakan jenis gempa dangkal yang dipicu aktivitas subduksi. Mekanisme sumber gempa berupa sesar naik (thrust fault)," ujarnya dalam keterangan resmi, Minggu malam. BMKG memastikan hasil pemodelan tidak menunjukkan potensi tsunami.
Belum Ada Gempa Susulan, BMKG Imbau Warga Tenang
Hingga pukul 19.24 Wita, BMKG belum mencatat aktivitas gempa susulan (aftershock). Warga diimbau tetap tenang, tidak mudah percaya pada informasi yang belum terverifikasi, serta menghindari bangunan yang mengalami kerusakan akibat gempa. BMKG meminta masyarakat memantau informasi resmi melalui kanal komunikasi resmi lembaga tersebut.