Pencarian

Dinkes Kaltim Bagikan 6 Cara Kelola Air Minum Saat Kemarau, Waspadai Diare hingga Tifoid

Kamis, 10 September 2026 • 12:43:31 WIB
Dinkes Kaltim Bagikan 6 Cara Kelola Air Minum Saat Kemarau, Waspadai Diare hingga Tifoid
Kepala Dinkes Kaltim Jaya Mualimin menyampaikan imbauan pengelolaan air minum yang aman di Samarinda, Rabu.

Dinas Kesehatan Provinsi Kalimantan Timur merilis enam panduan pengelolaan air minum yang aman untuk mencegah penyakit bawaan air seperti diare dan tifoid, terutama saat musim kemarau menurunkan kualitas air bersih. Kepala Dinkes Kaltim Jaya Mualimin menekankan ketersediaan dan pengelolaan air minum yang aman sebagai kunci menjaga daya tahan keluarga. Imbauan ini disampaikan di Samarinda, Rabu, seiring meningkatnya risiko kontaminasi air di musim kemarau.

SAMARINDA — Dinas Kesehatan Provinsi Kalimantan Timur mengeluarkan imbauan pengelolaan air minum yang aman bagi warga, menyusul risiko penurunan kualitas air bersih pada musim kemarau. Kepala Dinkes Kaltim Jaya Mualimin menyatakan pengelolaan air yang benar menjadi salah satu kunci menjaga daya tahan tubuh keluarga.

Penyakit yang mengintai saat kualitas air menurun antara lain diare, tifoid, dan sejumlah penyakit bawaan air lainnya. Dinkes Kaltim menyusun enam langkah preventif yang bisa langsung diterapkan dari lingkungan rumah.

Mengapa Musim Kemarau Memperbesar Risiko Penyakit Bawaan Air

Kemarau mempengaruhi ketersediaan dan kualitas air bersih. Kondisi ini membuka peluang kontaminasi bakteri pada sumber air yang dipakai warga sehari-hari.

Jaya menekankan bahwa air minum yang aman bukan hanya soal tersedia, tetapi juga soal cara mengelolanya. "Mari biasakan kelola air minum dengan aman untuk mewujudkan keluarga yang lebih sehat dan masyarakat Kalimantan Timur yang semakin kuat. Mulai dari kita, untuk masa depan yang lebih sehat," ujarnya di Samarinda, Rabu.

Enam Panduan Pengelolaan Air Minum dari Dinkes Kaltim

Dinkes Kaltim merinci enam langkah yang bisa diterapkan langsung mulai dari lingkungan rumah:

  • Gunakan sumber air yang aman dan tidak tercemar untuk kebutuhan konsumsi harian.
  • Olah air sebelum diminum, cara paling efektif adalah merebusnya hingga benar-benar mendidih untuk membunuh bakteri.
  • Simpan air dalam wadah bersih, tertutup, dan berbahan aman untuk pangan agar tidak terkontaminasi kotoran dari luar.
  • Ambil air secara higienis, dengan memastikan tangan dan peralatan yang digunakan dalam keadaan bersih saat menyentuh air minum.
  • Perhatikan tanda air tidak layak konsumsi, seperti perubahan warna, bau, atau rasa yang aneh saat diminum.
  • Lindungi keluarga dan lingkungan dengan disiplin menjaga kebersihan sumber air di sekitar tempat tinggal.

Diare dan Tifoid Jadi Penyakit yang Paling Diwaspadai

Dinkes Kaltim menyebut diare dan tifoid sebagai dua penyakit yang kerap muncul akibat air minum yang tidak dikelola dengan benar. Keduanya menyebar melalui air yang terkontaminasi bakteri.

Jaya menegaskan pengelolaan air yang higienis harus menjadi kebiasaan keluarga, bukan hanya saat kemarau. "Keempat, ambil air secara higienis, yakni dengan selalu memastikan tangan dan peralatan yang digunakan dalam keadaan bersih saat menyentuh air minum," sebutnya.

Untuk poin kelima, ia mengingatkan warga agar tidak mengonsumsi air yang menunjukkan tanda-tanda perubahan fisik. "Keenam, lindungi keluarga dan lingkungan dengan secara disiplin bersama-sama menjaga kebersihan sumber air yang ada di sekitar tempat tinggal," imbau Jaya.

Harapan Dinkes Kaltim ke Warga

Melalui penerapan enam langkah preventif ini, Dinkes Kaltim berharap masyarakat terhindar dari risiko penyakit bawaan air yang kerap mengintai saat kualitas air menurun di musim kemarau.

Imbauan ini menyasar langsung lingkungan rumah tangga, dengan penekanan pada peran aktif setiap keluarga dalam menjaga kebersihan sumber air di sekitar tempat tinggal.

Follow kaltimnow.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: kaltim.antaranews.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks