Pencarian

Pertambangan dan Penggalian Sumbang 34,49 Persen PDRB Kaltim, Serapan Tenaga Kerja Cuma 8,59 Persen

Minggu, 25 Oktober 2026 • 13:31:02 WIB
Pertambangan dan Penggalian Sumbang 34,49 Persen PDRB Kaltim, Serapan Tenaga Kerja Cuma 8,59 Persen
Kegiatan pertambangan batu bara di Kalimantan Timur.

SAMARINDA — Badan Pusat Statistik Kalimantan Timur menegaskan bahwa sektor pertambangan dan penggalian masih menjadi tulang punggung perekonomian provinsi itu. Laporan "Statistik Daerah Provinsi Kalimantan Timur 2026" yang dirilis 28 September mencatat kontribusi sektor tersebut mencapai 34,49 persen terhadap PDRB pada triwulan II-2026. Angka itu setara lebih dari sepertiga total aktivitas ekonomi Kaltim.

Batu bara dan penggalian migas menjadi dua komponen utama di dalam sektor tersebut. BPS Kaltim menyebut meski mengalami fluktuasi, keduanya tetap paling dominan dalam membentuk PDRB Provinsi Kaltim.

Produksi Batu Bara Naik, Migas Terus Menurun

Produksi batu bara Kaltim pada 2023 tercatat 338,50 juta ton, meningkat dibanding tahun-tahun sebelumnya. Sumber lain mencatat produksi 2024 sebesar 368 juta ton, lalu diturunkan pemerintah menjadi 287,8 juta ton pada 2025.

Beberapa perusahaan tambang besar menjadi penopang produksi, antara lain PT Kaltim Prima Coal (KPC), PT Kideco Jaya Agung, PT Berau Coal, dan PT Indominco Mandiri.

Kondisi berbeda terjadi pada migas. Penurunan alamiah sumur membuat produksi minyak dan gas bumi menyusut dari tahun ke tahun. Produksi minyak bumi pada 2023 hanya 13,40 juta barel, sedangkan gas bumi 131,10 juta MMBTU.

"Angka-angka tersebut mengalami penurunan jika dibandingkan dengan kondisi pada tahun sebelumnya," ungkap BPS Kaltim.

Serapan Tenaga Kerja Rendah karena Padat Modal

Kontribusi besar terhadap PDRB tidak berbanding lurus dengan penyerapan tenaga kerja. Sektor pertambangan dan penggalian hanya menyerap 8,59 persen pekerja di Kaltim.

"Hal ini menunjukkan bahwa sektor tersebut lebih bersifat capital-intensive," kata BPS Kaltim.

Pada 2025, tenaga kerja Kaltim paling banyak terserap di sektor perdagangan sebesar 19,05 persen. Sektor pertanian menyusul di posisi kedua dengan 17,92 persen.

Pekerjaan Rumah bagi Pemprov Kaltim

Data BPS Kaltim memperlihatkan ketimpangan struktur ekonomi yang perlu direspons pemerintah daerah. Sektor dengan sumbangan terbesar ke PDRB justru paling sedikit membuka lapangan kerja.

Sementara itu, sektor perdagangan dan pertanian yang menyerap paling banyak pekerja hanya memberi kontribusi lebih kecil terhadap produk domestik regional bruto. Kondisi ini membuat diversifikasi ekonomi Kaltim tetap menjadi pekerjaan rumah, terutama saat produksi migas terus menurun.

Follow kaltimnow.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: niaga.asia

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks