SAMARINDA — Kepala BPS Provinsi Kaltim Mas'ud Rifai menyampaikan bahwa inflasi bulanan September tercatat 0,18 persen, sementara inflasi tahun kalender hingga September mencapai 2,82 persen.
Angka inflasi tahunan 3,98 persen itu hampir dua kali lipat capaian September 2025 yang berada di level 1,77 persen. Pada September 2024, inflasi tahunan Kaltim tercatat 2,16 persen.
Makanan dan Tembakau Beri Andil 1,53 Persen
Kelompok makanan, minuman, dan tembakau menjadi sumber tekanan terbesar dengan inflasi tahunan 5,09 persen. Kelompok ini menyumbang andil 1,53 persen terhadap inflasi Kaltim.
Sejumlah kebutuhan pokok tercatat naik harga, terutama cabai rawit, daging ayam ras, minyak goreng, beras, jagung manis, sayuran, dan ikan.
Cabai rawit menjadi komoditas dengan andil terbesar terhadap inflasi tahunan, yakni 0,26 persen. Daging ayam ras menyumbang 0,15 persen, sigaret kretek mesin 0,14 persen, minyak goreng 0,10 persen, dan beras 0,08 persen.
Transportasi Melonjak 9,41 Persen
Kelompok transportasi menjadi sumber tekanan terbesar kedua dengan inflasi tahunan 9,41 persen dan andil 1,21 persen terhadap inflasi Kaltim.
Kenaikan harga bensin memberikan andil 0,55 persen. Angkutan udara menyumbang 0,37 persen, disusul kenaikan harga pelumas atau oli mesin, biaya pemeliharaan kendaraan, solar, dan sepeda motor.
Berbeda dengan catatan tahunan, kelompok transportasi pada September justru mencatat deflasi bulanan 0,04 persen akibat penurunan tarif angkutan udara.
Emas Perhiasan hingga Pendidikan Ikut Dorong Inflasi
Kelompok perawatan pribadi dan jasa lainnya mencatat inflasi tahunan 8,60 persen dengan andil 0,60 persen. Emas perhiasan menjadi komoditas utama dengan andil 0,47 persen.
Kelompok pendidikan mengalami inflasi 2,09 persen, kesehatan 1,93 persen, restoran 1,66 persen, serta perlengkapan dan pemeliharaan rutin rumah tangga 2,60 persen.
Komoditas yang Menahan Laju Inflasi
Sejumlah komoditas masih menahan laju inflasi Kaltim. Di antaranya bawang merah, ikan gabus, parfum, tahu mentah, tarif kendaraan roda dua daring, tarif air minum PAM, dan tas sekolah.
Pada September, kelompok makanan, minuman, dan tembakau tetap mencatat inflasi bulanan 0,24 persen. Cabai rawit kembali menjadi penyumbang terbesar dengan andil 0,13 persen, sedangkan harga bayam, kangkung, dan tomat masing-masing memberi andil 0,03 persen.
"Pada September 2026 terjadi inflasi year on year (YoY) sebesar 3,98 persen di Kaltim," ujar Mas'ud dalam rilis resmi BPS Kaltim.