SAMARINDA — Kepala Brida Kaltim Fitriansyah menyatakan proses penilaian lomba Penjaringan Peserta Inovasi Kreativitas Pelayanan Perangkat Daerah (Pepes Ikan Peda) 2026 masih berjalan. Tahap presentasi digelar sejak Rabu (7/10/2026) dan dipandu Adji Ismail.
Dalam forum tersebut, setiap perangkat daerah peserta memaparkan inovasi yang dikembangkan secara langsung. Materi presentasi mencakup latar belakang, tujuan, proses pelaksanaan, keunggulan, hingga dampak dan rencana keberlanjutan program.
Apa yang Dinilai dari Setiap Inovasi Perangkat Daerah?
Tim penilai tidak hanya mengukur seberapa baru sebuah gagasan. Mereka melihat secara mendalam bagaimana implementasi inovasi berjalan di lapangan, manfaat yang dirasakan warga, efektivitas pelaksanaan, serta potensi pengembangan ke depan.
"Inovasi daerah harus berdampak nyata, meningkatkan efektivitas, efisiensi, dan menjawab kebutuhan masyarakat maupun tantangan dalam pelayanan publik," ujar Fitriansyah di Samarinda, Ahad.
Menurutnya, inovasi daerah bukan sekadar menciptakan sesuatu yang baru. Terobosan yang dihasilkan harus mampu menjawab kebutuhan nyata masyarakat dan bisa diterapkan dalam aktivitas sehari-hari secara mudah.
Mengapa Inovasi Tidak Boleh Berhenti di Ajang Kompetisi?
Fitriansyah menekankan pentingnya keberlanjutan program setelah lomba selesai. Inovasi yang lahir dari kompetisi harus dapat dipertahankan, dikembangkan, dan dirasakan manfaatnya oleh masyarakat luas.
"Hal ini penting agar inovasi yang lahir tidak berhenti sekadar pada kompetisi, tetapi benar-benar dapat dipertahankan, dikembangkan, dan dirasakan manfaatnya oleh masyarakat luas," katanya.
Melalui "Pepes Ikan Peda" ini, Brida Kaltim berharap lahir inovasi terbaik yang tidak hanya berorientasi pada kemenangan. Orientasi utamanya adalah peningkatan kesejahteraan dan kualitas hidup masyarakat Kaltim.
Kolaborasi Jadi Kunci Penguatan Ekosistem Inovasi Daerah
Brida Kaltim terus mendorong penguatan ekosistem inovasi daerah melalui kolaborasi dan pembinaan kepada seluruh perangkat daerah. Kolaborasi dinilai menjadi kunci agar terobosan yang dihasilkan semakin kuat dan berdaya guna.
"Brida Kaltim terus mendorong penguatan ekosistem inovasi daerah melalui kolaborasi dan pembinaan kepada seluruh perangkat daerah. Kolaborasi menjadi kunci agar terobosan yang dihasilkan semakin kuat dan berdaya guna," kata Fitriansyah.
Kegiatan ini diharapkan menjadi panggung sekaligus wadah pertukaran gagasan antarperangkat daerah. Praktik-praktik terbaik dapat saling dibagikan dan dikembangkan lebih luas demi pelayanan publik yang semakin cepat, tepat, dan bermutu di Kaltim.