Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur menawarkan pasokan listrik 30 Megawatt melalui Perusda PT Ketenagalistrikan Kaltim untuk menutup defisit energi yang memicu pemadaman bergilir di Samarinda, Balikpapan, dan Bontang. Gubernur Rudy Mas'ud menyampaikan tawaran itu dalam rapat koordinasi di Balikpapan, Kamis, dengan target Kaltim bebas pemadaman bergilir pada Desember tahun ini.
BALIKPAPAN — Gubernur Kalimantan Timur Rudy Mas'ud menyampaikan tawaran kolaborasi itu saat memimpin rapat koordinasi di Balikpapan. Menurut Rudy, pasokan dari Perusda PT Ketenagalistrikan Kaltim berpotensi mencapai 30 MW. Langkah tersebut sejalan dengan target pemprov agar wilayah Kaltim sepenuhnya terbebas dari pemadaman listrik bergilir pada Desember tahun ini.
"Kami menawarkan kolaborasi untuk membantu penyediaan listrik melalui Perusda PT Ketenagalistrikan Kalimantan Timur dengan potensi pasokan sebesar 30 MW," ujar Rudy Mas'ud.
Defisit Sistem Kelistrikan Capai 100 MW
Berdasarkan data koordinasi, PLN mengakui sistem kelistrikan daerah saat ini kekurangan pasokan sekitar 80 hingga 100 MW. Defisit terjadi akibat pekerjaan perbaikan dan pemeliharaan mesin skala besar yang berlangsung bersamaan di sejumlah pembangkit listrik swasta atau Independent Power Producer (IPP).
Rudy menyayangkan persoalan kelistrikan itu masih terjadi di wilayahnya. Kaltim merupakan salah satu provinsi penyumbang komoditas batu bara terbesar di Indonesia, namun justru mengalami kekurangan pasokan daya.
PLN Kerahkan 650 Teknisi, Unit 2 PLTU Kaltim Teluk Normal
Senior Manager Keuangan, Komunikasi, dan Umum PLN UID Kaltimra, Muchamad Meiryandi, sebelumnya menyampaikan bahwa pemadaman listrik bergilir murni karena kendala teknis pembangkit. Pemadaman itu bukan disebabkan oleh krisis pasokan batu bara.
Untuk mempercepat pemulihan mesin, PLN mengoptimalkan pengerahan hingga 650 personel teknisi yang bekerja 24 jam dalam tiga shift. Unit 2 PLTU Kaltim Teluk dilaporkan telah kembali beroperasi menyalurkan daya ke sistem interkoneksi.
Perbaikan Unit 1 ditargetkan rampung pada akhir Oktober 2026. Sebagai langkah memperkuat sistem jangka panjang, PLN juga menyiapkan tambahan daya 278 MW melalui pembangkit sewa secara bertahap hingga Desember 2026.
Warga Samarinda hingga Bontang Sempat Protes Jadwal Pemadaman
Kondisi pemadaman sempat menyentuh durasi dua hingga lima jam dengan pola berkala. Keluhan masif datang dari masyarakat di berbagai daerah, seperti Samarinda, Balikpapan, dan Bontang, karena mengganggu aktivitas ekonomi serta rumah tangga.
Warga bahkan sempat menggelar aksi protes dan mendesak adanya transparansi informasi jadwal serta mekanisme kompensasi atas kerusakan alat elektronik.
Pemprov Dorong Daerah Jadi Pemasok Listrik
Wakil Gubernur Kaltim Seno Aji menambahkan, pemprov terus mendorong agar pemerintah daerah bisa menjadi bagian dari pemasok listrik. Upaya itu untuk memastikan pemenuhan kebutuhan energi masyarakat mencapai 100 persen.
Melalui berbagai upaya percepatan dan peningkatan penyediaan kelistrikan yang terus didorong pemerintah daerah bersama pemangku kepentingan terkait, sistem kelistrikan di Kaltim diharapkan segera pulih secara menyeluruh.