Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan Agus Harimurti Yudhoyono menginstruksikan jajarannya meneliti pemanfaatan teknologi desalinasi air laut sebagai solusi jangka panjang krisis air bersih di Balikpapan, Kalimantan Timur. Instruksi disampaikan saat meninjau proyek sumur bor di Kelurahan Teritip, Kecamatan Balikpapan Timur, didampingi Gubernur Kaltim Rudy Mas'ud dan pejabat Kementerian Pekerjaan Umum. Balikpapan saat ini menghadapi defisit pasokan air bersih hingga 1.000 liter per detik.
BALIKPAPAN — Menko IPK Agus Harimurti Yudhoyono meminta jajarannya menghitung ulang skema investasi desalinasi air laut agar menghasilkan harga kompetitif. Instruksi itu muncul di tengah ancaman kemarau panjang dan fenomena El Nino yang membuat volume air permukaan di Waduk Manggar dan Waduk Teritip menyusut tajam.
Kunjungan kerja ke Kelurahan Teritip, Kecamatan Balikpapan Timur, itu dilakukan untuk mempercepat pemenuhan kebutuhan air baku masyarakat. Gubernur Kalimantan Timur Rudy Mas'ud dan pejabat utama Kementerian Pekerjaan Umum turut mendampingi.
Defisit Air Bersih Capai 1.000 Liter per Detik
Kota Balikpapan menghadapi defisit pasokan air bersih hingga 1.000 liter per detik. Kebutuhan air baku di wilayah Teritip baru terpenuhi 1.500 liter per detik dari total kebutuhan ideal 2.500 liter per detik.
Kondisi itu kian mendesak seiring lonjakan jumlah penduduk akibat migrasi masif sejak Balikpapan ditetapkan sebagai kota mitra penopang Ibu Kota Nusantara. Tekanan terhadap sumber air permukaan pun meningkat.
Satgas Tangki Air Tetap Beroperasi
Menko AHY meminta Satgas Tangki Air terus berjalan selama pasokan belum normal. Menurutnya, layanan itu sangat dibutuhkan warga yang tidak memiliki akses ke instalasi pengolahan air bersih.
"Sementara kita hitung pemanfaatan teknologi desalinasi. Teruskan Satgas Tangki Air, karena sangat dibutuhkan masyarakat yang tidak memiliki akses IPA," kata Menko AHY saat meninjau proyek sumur bor di Teritip.
Investasi Desalinasi Ditaksir Rp 50 Miliar hingga Rp 60 Miliar
Rencana instalasi desalinasi di Balikpapan sebelumnya terkendala biaya investasi tinggi. Nilainya ditaksir mencapai Rp 50 miliar hingga Rp 60 miliar, ditambah