Pencarian

BNN Bontang Integrasikan Materi Antinarkotika ke Mata Pelajaran, Mulai dari SMKN 2 dan SMPN 3

Jumat, 02 Oktober 2026 • 11:28:02 WIB
BNN Bontang Integrasikan Materi Antinarkotika ke Mata Pelajaran, Mulai dari SMKN 2 dan SMPN 3
Kepala BNN Kota Bontang Lulyana Ramdani menjelaskan program Integrasi Kurikulum Anti Narkotika (IKAN) di Bontang, Kamis.

BNN Kota Bontang menerapkan program Integrasi Kurikulum Anti Narkotika (IKAN) yang memasukkan materi pencegahan penyalahgunaan narkotika ke dalam mata pelajaran sekolah. Program ini berjalan sebagai proyek percontohan di SMKN 2 Bontang dan SMPN 3 Bontang, Kelurahan Tanjung Laut Indah. Kepala BNN Kota Bontang Lulyana Ramdani menyatakan guru di kedua sekolah telah dilatih sebelum materi diterapkan.

BONTANG — Badan Narkotika Nasional Kota Bontang tidak lagi mengandalkan sosialisasi sesekali untuk menekan penyalahgunaan narkotika di kalangan pelajar. Materi pencegahan kini masuk langsung ke mata pelajaran melalui program IKAN.

Kepala BNN Kota Bontang Lulyana Ramdani menjelaskan bahwa mata pelajaran yang relevan bisa disisipi materi antinarkotika. "Jadi mata pelajaran yang bisa diintegrasikan terkait materi pencegahan narkoba akan masuk ke dalam mata pelajaran sekolah," ucapnya di Bontang, Kamis.

Dua sekolah ditunjuk sebagai percontohan: SMKN 2 Bontang dan SMPN 3 Bontang di Kelurahan Tanjung Laut Indah. Keduanya mulai menerapkan integrasi materi dalam proses belajar.

Mengapa Sosialisasi Sesekali Dinilai Tidak Cukup

Program IKAN dirancang agar edukasi antinarkotika tidak berhenti di kegiatan sosialisasi yang sifatnya sesekali. Dengan masuk ke kurikulum, siswa mendapat paparan materi secara rutin.

Guru dapat menyampaikan materi pencegahan bersamaan dengan mata pelajaran yang diampu. Pola ini membuat edukasi antinarkotika menjadi bagian dari rutinitas belajar, bukan acara insidental.

Guru Dilatih Sebelum Materi Masuk Kelas

Sebelum penerapan, BNN Kota Bontang memberi pelatihan kepada guru di kedua sekolah. Pelatihan itu menjadi bekal tenaga pendidik menyampaikan materi pencegahan penyalahgunaan narkotika kepada siswa.

"Guru-gurunya terlebih dahulu kami latih materi antinarkotika," kata Lulyana.

Setelah pelatihan, sekolah menyusun satuan layanan dan perangkat pembelajaran yang memuat materi antinarkotika. Perangkat itu disesuaikan dengan mata pelajaran yang dinilai relevan.

BNN Kota Bontang melakukan pengecekan terhadap perangkat pembelajaran yang disusun masing-masing sekolah. Dari pemantauan awal, materi pencegahan penyalahgunaan narkotika mulai diterapkan dalam proses pembelajaran di kedua sekolah tersebut.

Satgas Sekolah dan Batas Cakupan Program

Selain integrasi materi, sekolah didorong membentuk satuan tugas untuk mendukung pelaksanaan program IKAN di lingkungan sekolah.

Untuk sementara, BNN Kota Bontang membatasi program pada dua sekolah. Evaluasi akan dilakukan sebelum program dipertimbangkan diperluas.

"Untuk saat ini, cakupan program masih terbatas pada dua sekolah ini karena kami akan melihat penerapan sekaligus hasil program sebelum diperluas ke sekolah lain," ujar Lulyana.

SMKN 2 Bontang dan SMPN 3 Bontang diharapkan menjadi sekolah percontohan dalam penerapan edukasi antinarkotika melalui kurikulum pembelajaran.

BNN Kota Bontang akan terus memantau pelaksanaan program di kedua sekolah tersebut. Hasil pemantauan dan evaluasi menjadi bahan pertimbangan dalam pengembangan IKAN ke sekolah lain di Kota Bontang.

Follow kaltimnow.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: kaltim.antaranews.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks