Pencarian

QRIS di Kaltim Tembus 975 Ribu Pengguna dan 902 Ribu Merchant, Transaksi Uang Elektronik Tumbuh 58 Persen

Selasa, 29 September 2026 • 06:02:01 WIB
QRIS di Kaltim Tembus 975 Ribu Pengguna dan 902 Ribu Merchant, Transaksi Uang Elektronik Tumbuh 58 Persen
Kepala Perwakilan BI Kaltim, Jajang Hermawan, menyampaikan capaian QRIS di Kaltim dalam rilis resmi, Senin (28/9/2026).

SAMARINDA — Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Kalimantan Timur, Jajang Hermawan, menyampaikan capaian tersebut dalam rilis resmi, Senin (28/9/2026). Angka itu menempatkan Kaltim sebagai salah satu penopang utama perluasan akseptasi QRIS di kawasan Kalimantan. Transaksi uang elektronik di provinsi ini bahkan tumbuh 58 persen (yoy) dan menyumbang 34 persen dari total transaksi uang elektronik se-Kalimantan.

Penguatan ekosistem digital daerah berjalan seiring dengan rangkaian Festival Ekonomi Keuangan Digital Indonesia dan Indonesia Fintech Summit & Expo 2026 (FEKDI x IFSE 2026). Ajang yang digelar 24–26 September 2026 di Jakarta International Convention Center itu mengangkat tema "Mempererat Sinergi, Memacu Inovasi, Mencetak Talenta Unggul Berdaya Saing Global untuk Kemajuan Ekonomi Keuangan Digital Nasional".

Sinergi TP2DD dan Perluasan Elektronifikasi Transaksi Pemda

Di tingkat daerah, penguatan digitalisasi dijalankan melalui sinergi Tim Percepatan dan Perluasan Digitalisasi Daerah (TP2DD) serta perluasan Elektronifikasi Transaksi Pemerintah Daerah (ETPD). Jajang menuturkan, upaya tersebut diarahkan untuk meningkatkan efisiensi dan akuntabilitas transaksi pemerintah sekaligus memperluas pemanfaatan pembayaran digital dalam aktivitas ekonomi masyarakat.

Pengembangan sistem pembayaran digital di Kaltim tidak berhenti pada transaksi ritel. Pemerintah daerah dan Bank Indonesia mendorong pemakaian kanal nontunai di lingkungan instansi, termasuk untuk penerimaan retribusi dan belanja daerah.

Tim QJI Kaltim BAJET Juarai Wilayah Kalimantan

Capaian lain datang dari Tim QRIS Jelajah Kuliner Indonesia (QJI) Kalimantan Timur, BAJET, yang meraih Juara I QJI 2026 Wilayah Kalimantan. Kompetisi ini menjadi bagian rangkaian FEKDI x IFSE 2026 dan mendorong keterlibatan generasi muda memperluas literasi serta akseptasi pembayaran digital.

"Prestasi tersebut mencerminkan peran talenta muda Kalimantan Timur dalam memperkuat ekosistem pembayaran digital sekaligus mengangkat potensi kuliner dan ekonomi kreatif daerah," ucap Jajang.

Kukar Raih TPID Awards 2026, Inflasi Kaltim 3,83 Persen (yoy)

Agenda FEKDI x IFSE 2026 juga disinergikan dengan Rapat Koordinasi Nasional Pengendalian Inflasi dan penganugerahan TPID Awards 2026. Kabupaten Kutai Kartanegara meraih predikat TPID Kabupaten/Kota Berprestasi 2026 Wilayah Kalimantan.

"Capaian tersebut menjadi apresiasi atas sinergi dan inovasi daerah dalam menjaga stabilitas harga serta memperkuat ketahanan pangan secara berkelanjutan," kata Jajang.

Pada Agustus 2026, Kalimantan Timur mencatat inflasi 0,10 persen (mtm) dan 3,83 persen (yoy). Perkembangan itu menegaskan perlunya penguatan sinergi TPID melalui strategi 4K: keterjangkauan harga, ketersediaan pasokan, kelancaran distribusi, dan komunikasi efektif.

Strategi tersebut dijalankan lewat Gerakan Pengendalian Inflasi dan Pangan Sejahtera (GPIPS), stabilisasi pasokan dan harga pangan, kerja sama antardaerah, serta pemantauan harga dan pasokan komoditas strategis secara berkelanjutan.

Konektivitas QRIS Antarnegara dan Arah Kebijakan ke Depan

FEKDI x IFSE 2026 turut mencatat inisiasi konektivitas QRIS antarnegara sebagai capaian penting. Langkah ini membuka peluang transaksi lintas batas bagi pelaku usaha daerah, termasuk UMKM kuliner dan ekonomi kreatif yang selama ini mengandalkan wisatawan.

Jajang menegaskan transformasi digital tidak hanya bertumpu pada inovasi teknologi, tetapi juga memerlukan kebijakan terintegrasi, infrastruktur andal, tata kelola baik, serta talenta dan kolaborasi lintas sektor.

"Bank Indonesia Provinsi Kalimantan Timur bersama Pemerintah Daerah dan seluruh pemangku kepentingan akan terus memperkuat sinergi digitalisasi daerah dan pengendalian inflasi agar semakin memberikan manfaat nyata bagi masyarakat, meningkatkan kualitas layanan publik, memperluas peluang ekonomi, menjaga daya beli, serta mendukung pertumbuhan ekonomi Kalimantan Timur yang inklusif dan berkelanjutan," pungkasnya.

FEKDI x IFSE 2026 diselenggarakan Bank Indonesia bersama Otoritas Jasa Keuangan, Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, Asosiasi Sistem Pembayaran Indonesia (ASPI), dan Asosiasi Fintech Indonesia (AFTECH).

Follow kaltimnow.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: niaga.asia

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks