BONTANG — PT Pupuk Kalimantan Timur (Pupuk Kaltim) menggelar pelatihan tata rias bagi 50 makeup artist (MUA) di Kota Bontang. Pelatihan berlangsung dua hari dengan instruktur Vivin Anisa Fauziah dari Chammy Makeup.
VP Komunikasi Korporat Pupuk Kaltim, Dwi Agung Wibowo, menyatakan peningkatan kompetensi masyarakat merupakan bagian dari kontribusi perusahaan dalam mendorong kemandirian ekonomi. Menurutnya, keterampilan yang punya nilai produktif bisa menjadi modal mengembangkan usaha lebih luas.
"Melalui kegiatan ini, Pupuk Kaltim mendorong penata rias untuk terus meningkatkan kreativitas, agar mampu memberi layanan yang semakin profesional dan memiliki daya saing di bidang jasa tata rias yang terus berkembang," ujar Agung saat membuka kegiatan di Hotel Grand Equator Bontang, Selasa (15/9/2026).
Peluang Jasa Tata Rias dari Pernikahan hingga Wisuda
Agung menuturkan, profesi MUA memiliki ruang pengembangan yang cukup luas. Jasa tata rias dibutuhkan dalam berbagai kegiatan, mulai dari pernikahan, wisuda, acara formal, fotografi, pertunjukan hingga kegiatan sosial dan profesional.
Karena itu, penata rias tidak cukup hanya menguasai teknik dasar. Mereka juga perlu memahami tren, karakter klien, pemilihan produk, serta kemampuan menghasilkan riasan yang sesuai kebutuhan pelanggan.
"Kompetensi yang semakin baik akan menjadi modal untuk meningkatkan kualitas pelayanan, membangun portofolio, memperluas jaringan, dan pada akhirnya turut meningkatkan daya saing usaha," kata Agung.
Disnaker Bontang: Jasa Tata Rias Bisa Jadi Usaha Mandiri
Kepala Dinas Ketenagakerjaan Kota Bontang, Asdar Ibrahim, menyambut positif kegiatan tersebut. Ia menilai peningkatan kompetensi MUA sejalan dengan upaya pemerintah memperkuat daya saing masyarakat dan pelaku usaha.
"Pelatihan makeup artist ini memiliki potensi, karena jasa tata rias merupakan salah satu bidang yang dapat dikembangkan menjadi usaha mandiri. Dan kami sangat menyambut positif kegiatan ini sebagai upaya bersama meningkatkan peluang bagi masyarakat," ujar Asdar.
Asdar mengatakan keterampilan yang diperoleh peserta tidak hanya menjadi modal membuka atau mengembangkan usaha jasa tata rias secara mandiri. Pelatihan itu juga berpotensi menciptakan lapangan kerja bagi orang lain.
Ia berharap pelatihan serupa dapat dilaksanakan secara berkelanjutan sehingga semakin banyak peluang usaha yang bisa dikembangkan masyarakat Bontang.
Peserta Minta Materi Pelatihan Lebih Beragam
Salah seorang peserta, Sarina Dela, mengatakan pelatihan tersebut memberikan manfaat dalam meningkatkan kemampuan dan kapasitasnya sebagai penyedia jasa tata rias. Menurutnya, perkembangan industri makeup yang dinamis membuat para MUA harus terus belajar dan memperbarui kemampuan agar tidak tertinggal.
"Pelatihan ini sangat bermanfaat sebagai bekal untuk meningkatkan kualitas jasa dengan lebih profesional. Tentu kami juga harus terus belajar agar pelanggan semakin puas dengan layanan jasa kami," ungkapnya.
Ia berharap pelatihan serupa kembali digelar dengan materi yang lebih beragam dan menyesuaikan perkembangan industri kecantikan.
"Kami harap Pupuk Kaltim dapat terus mendukung kami para Makeup Artist lokal, sehingga kami dapat terus tumbuh dan lebih berdaya saing," ujar Sarina.