SENDAWAR — Pemerintah Kabupaten Kutai Barat (Kubar) memastikan semangat pelestarian budaya tidak boleh berhenti meski rangkaian Festival Sempekat Harmoni Budaya telah usai. Bupati Frederick Edwin menekankan bahwa masyarakat, terutama kalangan muda, harus terus mengenal dan memperkenalkan budaya lokal agar tidak tergerus perkembangan zaman.
Pesan Damai dari Tanaa Purai Ngeriman
Dalam sambutan penutupan festival yang berlangsung di Taman Budaya Sendawar, Bupati Frederick Edwin menyebut keberagaman suku dan budaya yang hidup berdampingan di Kubar merupakan kekuatan yang harus terus dirawat. Ia menegaskan, festival ini menjadi sarana strategis untuk memperkenalkan kekayaan budaya Kubar ke luar daerah.
"Melalui festival ini, kita mengirimkan pesan kuat kepada luar daerah bahwa Kutai Barat adalah daerah yang kaya akan budaya, ramah bagi pariwisata, dan memiliki masyarakat yang hidup berdampingan dengan damai," ujar Frederick Edwin.
Bukan Sekadar Agenda Hiburan Tahunan
Menurut Bupati, Festival Sempekat Harmoni Budaya memiliki dimensi yang lebih dalam dari sekadar acara hiburan. Kegiatan ini menjadi cerminan semangat gotong royong dan persatuan dalam keberagaman yang selama ini menjadi karakter utama masyarakat Kubar.
Frederick menambahkan, pemerintah daerah berkomitmen untuk terus mendukung kegiatan seni dan budaya sebagai perekat persatuan. Ia berharap festival serupa dapat terus digelar secara konsisten setiap tahun dengan partisipasi yang lebih luas dari berbagai elemen masyarakat.
Tantangan Modernisasi dan Peran Generasi Muda
Bupati mengingatkan bahwa arus modernisasi menjadi tantangan nyata bagi eksistensi budaya lokal. Karena itu, peran generasi muda dinilai krusial sebagai garda terdepan dalam upaya pelestarian. Mereka tidak hanya diminta menjaga, tetapi juga aktif memperkenalkan warisan leluhur melalui berbagai platform yang relevan dengan zaman.
Festival Sempekat Harmoni Budaya sendiri menampilkan berbagai pertunjukan seni tradisional, pameran kerajinan, dan kuliner khas Kutai Barat. Acara ini dihadiri oleh perwakilan dari berbagai suku yang ada di wilayah Tanaa Purai Ngeriman, memperkuat pesan bahwa budaya adalah perekat persatuan di tengah keberagaman.