Pencarian

Pemkab Kutai Barat Gencar Kampanye Makanan B2SA ke Sekolah demi Cegah Gaya Hidup Instan Generasi Muda

Minggu, 19 Juli 2026 • 16:10:23 WIB
Pemkab Kutai Barat Gencar Kampanye Makanan B2SA ke Sekolah demi Cegah Gaya Hidup Instan Generasi Muda
Kepala Dinas Ketahanan Pangan Kubar Rion menyampaikan kampanye B2SA di SMAN 1 Jempang untuk menanamkan pola konsumsi bergizi sejak usia sekolah.

SENDAWAR — Kepala Dinas Ketahanan Pangan Kabupaten Kubar Rion menyebut kampanye B2SA sudah berjalan sejak beberapa tahun terakhir, baik secara mandiri maupun menggandeng pihak lain. Salah satu agenda terbaru adalah kegiatan B2SA Goes to School yang digelar di SMA Negeri 1 Jempang, Kecamatan Jempang, pada Jumat (17/7) lalu.

"Kesadaran terhadap pentingnya pola konsumsi pangan bergizi perlu ditanamkan sejak usia sekolah. Pemenuhan gizi yang baik merupakan salah satu fondasi dalam mempersiapkan generasi cerdas menuju Indonesia Emas 2045," kata Rion di Sendawar, Sabtu.

Mengapa Generasi Muda Jadi Sasaran Utama

Ketua TP PKK Kabupaten Kubar Maria Christina Mozes Edwin menyoroti perubahan gaya hidup serba praktis yang membuat makanan cepat saji dan kemasan semakin mudah dijumpai. Ia menilai kelompok muda menjadi konsumen paling rentan terhadap produk-produk tersebut.

"Tidak semua makanan itu baik, terlebih jika dikonsumsi secara berlebihan tentu akan berdampak kurang baik dari sisi kesehatan, karena bisa saja mengandung bahan tambahan zat pangan (zat aditif)," ujar Maria.

Zat Aditif dan Risiko Konsumsi Harian

Maria menjelaskan tujuan penambahan zat aditif pada pangan adalah untuk memperbaiki tampilan, tekstur, rasa, hingga meningkatkan daya tahan alias membuat makanan lebih awet. Karena fungsinya tersebut, produk dengan zat aditif dinilai tidak layak dikonsumsi setiap hari.

Ia berharap para siswa dan generasi muda dapat membiasakan diri mengonsumsi makanan sehat, bergizi, dan seimbang sebagai investasi kesehatan pada masa depan.

Edukasi Berkelanjutan dengan Tenaga Ahli Gizi

Pemkab Kubar berencana melanjutkan edukasi B2SA ke berbagai lapisan masyarakat. Rion menegaskan pihaknya akan melibatkan tenaga ahli gizi agar informasi yang disampaikan lebih komprehensif dan mudah dipahami.

"Menjaga pola konsumsi ini penting, sehingga kami ingin edukasi B2SA dilaksanakan terus menerus ke berbagai lapisan dengan melibatkan tenaga ahli gizi, sehingga informasi yang disampaikan semakin komprehensif dan mudah dipahami oleh masyarakat," katanya.

Bagikan
Sumber: kaltim.antaranews.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks