BALIKPAPAN — Dinas Pangan, Tanaman Pangan, dan Hortikultura (DPTPH) Provinsi Kalimantan Timur menggelar Sosialisasi Rumah Pangan B2SA dan Edukasi Konsumsi Pangan B2SA Goes to School (BGTS) di SMPN 10 Balikpapan. Kegiatan ini menyasar kelompok keluarga dan generasi muda agar lebih sadar akan pentingnya asupan nutrisi seimbang sejak dini.
Kepala DPTPH Kaltim Fahmi Himawan menegaskan bahwa edukasi berkelanjutan ini dirancang khusus untuk membangun kesadaran masyarakat dalam memanfaatkan potensi pangan lokal sebagai sumber gizi harian keluarga.
"Selain mendorong pola konsumsi pangan yang lebih sehat, kegiatan ini juga mendukung program nasional dalam percepatan penurunan stunting melalui penguatan pengetahuan gizi sejak dini," kata Fahmi Himawan di Samarinda, Minggu.
Kolaborasi Lintas Instansi dan Kader PKK
Agenda strategis pengentasan kerawanan gizi ini mengedepankan kolaborasi lintas kelembagaan agar intervensi yang diberikan dapat merata dan tepat sasaran. Sinergi terpadu melibatkan DPTPH Kaltim bersama Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian, dan Perikanan (DKP3) Kota Balikpapan, serta Tim Penggerak PKK dari tingkat provinsi hingga kota.
"Kolaborasi aktif bersama kader PKK dan kelompok masyarakat sipil ini menjadi kunci utama dalam membangun budaya konsumsi pangan sehat langsung dari dapur keluarga di akar rumput," ujar Fahmi.
KWT Tunas Mekar Jadi Garda Depan Pemenuhan Gizi
Pemberdayaan masyarakat di tingkat kelurahan diperkuat dengan menggandeng Kelompok Wanita Tani (KWT) Tunas Mekar yang berlokasi di Sungai Nangka, Balikpapan Selatan. Melalui dukungan berkelanjutan pada program Rumah Pangan B2SA, kelompok masyarakat ini berperan sebagai pembangun kesadaran makanan bergizi bagi warga sekitar.
Fahmi menambahkan bahwa pihaknya ingin membangun kesadaran masyarakat agar mampu memaksimalkan potensi pangan lokal yang ada di sekitar mereka. Langkah ini dinilai lebih efektif dibandingkan sekadar mengandalkan bantuan pangan instan dari pemerintah.
Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur berharap pembudayaan pola makan B2SA ini dapat secara efektif memperbaiki status gizi warga sekaligus mewujudkan generasi penerus Benua Etam yang unggul dan sehat di masa depan.