UJOH BILANG — Bupati Mahulu Angela Idang Belawan menyebut dua kecamatan di hulu Sungai Mahakam itu menjadi prioritas karena akses transportasi air terganggu. "Air sungai surut sehingga speed boat atau long boat tidak bisa membawa barang ke hulu Sungai Mahakam," ujarnya di Ujoh Bilang, Kamis.
Bantuan dari Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Kaltim tiba secara bertahap. Sebanyak 9,7 ton masuk pada Rabu (19/8) siang, menyusul sekitar 7 ton pada Rabu malam.
Tahap Awal: Fokus ke Long Pahangai, Long Apari Menyusul
Untuk tahap awal, Gerakan Pangan Murah diarahkan ke Kecamatan Long Pahangai. Sementara operasi pasar murah dari bantuan Bagian Ekonomi dan Sumber Daya Alam dijadwalkan menyusul ke Long Apari pada 24 Agustus 2026.
Pemkab Mahulu tidak tinggal diam menunggu bantuan di gudang. Kendala terbesar yang dihadapi bukan ketersediaan pangan, melainkan biaya angkut dari ibu kota kabupaten menuju wilayah hulu.
Ongkos Angkut Jadi Persoalan, Pemkab Siap Subsidi
Berdasarkan laporan Camat Long Apari Petrus Ngo, tarif angkutan memakai perahu ketinting dari Long Lunuk ke sejumlah wilayah mencapai jutaan rupiah per perjalanan. Rute Long Lunuk–Tiong Ohang misalnya, dipatok Rp2,75 juta per perahu ditambah 25 liter BBM.
Tarif lebih mahal untuk rute yang lebih jauh. Long Lunuk–Noha Silat mencapai Rp4,25 juta ditambah 45 liter BBM, sedangkan Long Lunuk–Long Apari atau Noha Tivab menembus Rp5,55 juta dengan tambahan 65 liter BBM.
Angka itu di luar biaya operasional lain. Karenanya, Pemkab Mahulu mengupayakan penggunaan armada pemerintah daerah maupun menanggung ongkos angkut agar distribusi bantuan tidak terhambat.
Prioritas Hulu Dulu, Hilir Menyusul
Bupati Angela menegaskan bahwa hal terpenting adalah memastikan bahan pokok sampai ke Long Apari dan Long Pahangai terlebih dahulu. Tiga kecamatan lain di hilir—Long Bagun, Laham, dan Long Hubung—baru akan dipikirkan setelahnya.
"Provinsi Kalimantan Timur sudah membantu mengirimkan ke sini, tinggal Pemkab Mahulu yang melanjutkan untuk distribusi ke masyarakat, jadi kami bisa menggunakan kendaraan pemda maupun melalui pola subsidi ongkos angkut menggunakan ketinting," kata Angela.
Langkah ini ditempuh agar warga di dua kecamatan terisolir tetap mendapat akses kebutuhan pokok dengan harga terjangkau di tengah sulitnya navigasi sungai akibat kemarau.