SAMARINDA — Gubernur Kalimantan Timur Rudy Mas'ud memerintahkan jajaran perangkat daerah segera menetapkan rute alternatif pengiriman bahan pokok menuju dua kecamatan di Kabupaten Mahakam Ulu. Instruksi tersebut disampaikan dalam rapat koordinasi daring dari Jakarta pada Senin (10/8/2026) untuk mengantisipasi kelangkaan pangan akibat penurunan debit Sungai Mahakam.
Musim kemarau yang diprakirakan berlangsung hingga Oktober 2026 membuat akses transportasi sungai menuju Long Pahangai dan Long Apari semakin sulit dilalui kapal pengangkut logistik. Padahal, selama ini jalur air menjadi andalan utama untuk mengirim beras, gula, minyak goreng, hingga LPG 3 kilogram ke wilayah perbatasan tersebut.
“Terpenting bagaimana sembako bisa sampai ke sana. Jangan sampai ada masyarakat Kalimantan Timur mengalami kesulitan mendapatkan bahan pangan. Ini harus jadi perhatian serius kita,” ujar Rudy saat memimpin Morning Briefing.
Jalur Darat Jadi Alternatif
Wakil Gubernur Kalimantan Timur Seno Aji menyebutkan ruas jalan darat dari Ujoh Bilang menuju Long Pahangai sepanjang sekitar 60 kilometer masih memungkinkan dilalui truk pengangkut sembako. Namun, terdapat sejumlah titik yang memerlukan perbaikan, terutama di sekitar Long Mesangaat.
“Jalur dari Ujoh Bilang menuju Long Pahangai pada prinsipnya masih dapat dilewati kendaraan pengangkut sembako. Memang ada beberapa titik yang membutuhkan penanganan, terutama di sekitar Long Mesangaat. Karena itu, kita ingin akses tersebut segera diperkuat agar distribusi tidak hanya bergantung pada kondisi Sungai Mahakam,” katanya.
Untuk ruas Long Pahangai menuju Long Apari yang berjarak sekitar 100 kilometer, masih ada bagian jalan yang perlu dirapikan menggunakan material pasir dan batu. Pemprov Kaltim mengerahkan alat berat milik Dinas PUPR-Pera yang berada di sekitar Mahakam Ulu untuk menangani titik-titik yang sulit dilalui.
Koordinasi dan Subsidi Angkut
Pemprov Kaltim memperkuat koordinasi dengan Pemerintah Kabupaten Mahakam Ulu, Bulog, Pertamina, Disperindagkop UKM, serta Dinas Pangan, Tanaman Pangan dan Hortikultura. Beberapa langkah intervensi disiapkan untuk menjaga ketersediaan dan daya beli masyarakat, antara lain:
- Penyelenggaraan pasar murah di wilayah terdampak
- Subsidi ongkos angkut sebesar Rp50 juta melalui Disperindagkop UKM
- Dukungan anggaran Rp57 juta melalui Dinas Pangan untuk biaya distribusi
Rudy mengingatkan penanganan harus dilakukan sebelum kondisi semakin sulit. “Jangan sampai kita keteteran kalau sudah kejadian,” tegasnya. Ia juga meminta Pertamina memastikan pasokan LPG 3 kilogram tetap menjangkau Mahakam Ulu hingga tingkat pangkalan.
Solusi Jangka Panjang
Pemprov Kaltim mulai mempertimbangkan pembangunan gudang penyimpanan kebutuhan pokok di lokasi strategis di Mahakam Ulu. Keberadaan gudang tersebut dinilai penting agar pemerintah dapat menyiapkan stok pangan lebih awal sebelum jalur distribusi terganggu.
“Kalau perlu kita bangun gudang sembako untuk mengantisipasi kondisi seperti ini. Jangan menunggu sampai terjadi baru kita bergerak,” ungkapnya.
Gubernur juga meminta Dinas PUPR-Pera Kaltim meninjau langsung kondisi akses darat menuju Long Pahangai dan Long Apari. Jika memungkinkan dilalui kendaraan angkutan barang, jalur darat akan disiapkan sebagai alternatif utama untuk mengurangi ketergantungan pada transportasi Sungai Mahakam selama musim kemarau.