Pencarian

Manajer Borneo FC Samarinda Soroti Nasib Pemain Muda Usai Regulasi U-23 Dihapus, Minta Ada Kompetisi Pengganti

Minggu, 07 Juni 2026 • 12:34:31 WIB
Manajer Borneo FC Samarinda Soroti Nasib Pemain Muda Usai Regulasi U-23 Dihapus, Minta Ada Kompetisi Pengganti
Manajer Borneo FC Dandri Dauri menyoroti penghapusan regulasi pemain U-23 di Super League.

JAKARTA — Kekhawatiran akan masa depan pemain muda sepak bola Indonesia mengemuka setelah operator liga profesional I.League memutuskan menghapus aturan yang mewajibkan klub Super League memainkan pemain U-23. Manajer Borneo FC Samarinda, Dandri Dauri, menjadi salah satu yang angkat bicara.

"Ke depan, ketika regulasi pemain U-23 dihapus maka saya berharap tetap ada ruang pemain-pemain muda berkompetisi," kata Dandri kepada awak media di sela acara pengundian ASEAN Club Championship 2026/2027 di Jakarta, belum lama ini.

Menit Bermain Pemain Muda Terancam Menyusut

Dandri menilai penghapusan regulasi itu secara langsung akan berdampak pada berkurangnya kesempatan bertanding bagi para pemain muda di Tanah Air. Tanpa adanya kewajiban kuota U-23, klub-klub dinilai akan lebih memilih memainkan pemain senior yang dianggap lebih matang.

Oleh karena itu, ia mendesak agar segera dihadirkan kompetisi lain yang bisa menjadi ruang berkembang bagi para pemain muda. Menurutnya, ajang seperti Piala Indonesia yang sempat vakum bisa menjadi solusi ideal.

"Apa pun nama (kompetisi)-nya, saya berpikir itu lah ruang untuk pemain-pemain muda," ujar Dandri.

Klub Butuh Opsi Rotasi Pemain di Tengah Padatnya Jadwal

Dandri menambahkan, keberadaan kompetisi tambahan juga penting bagi klub untuk mengatur rotasi pemain. Dengan jadwal yang padat—mengikuti Super League, ASEAN Club Championship, hingga AFC Champions League—klub membutuhkan pembagian kekuatan yang merata.

"Karena tidak mudah menjaga kekuatan tim agar tetap stabil," katanya.

Meski demikian, ia menegaskan bahwa prioritas utama Borneo FC—yang musim lalu menjadi runner-up Super League 2025/2026—tetap pada kompetisi domestik. Sistem promosi dan degradasi membuat Liga Indonesia tidak bisa dianggap enteng.

"Apa yang terjadi kalau kita sukses di turnamen (di luar negeri) tetapi terdegradasi di negeri sendiri, kan lucu," tegasnya.

Saat ini, manajemen Borneo FC masih menggodok komposisi skuad untuk menghadapi persaingan musim depan, termasuk kemungkinan perubahan pemain.

Bagikan
Sumber: kaltim.antaranews.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks