SANGATTA — Temuan Pansus DPRD Kutai Timur mengungkapkan bahwa pendataan UMKM di daerah tersebut masih jauh dari sempurna. Hingga saat ini, basis data yang dimiliki pemerintah hanya valid untuk delapan kecamatan, sementara 10 kecamatan lainnya belum terdata secara menyeluruh. Kondisi ini menjadi perhatian serius karena data UMKM merupakan acuan utama dalam menyusun kebijakan ekonomi lokal.
Mengapa Data 10 Kecamatan Masih Kosong?
Pansus DPRD Kutim mendapati bahwa proses pendataan yang dilakukan oleh dinas terkait belum menjangkau seluruh wilayah. Sejumlah kecamatan terluar atau dengan akses transportasi sulit kerap terlewat dalam sensus usaha kecil. Akibatnya, potensi UMKM di daerah-daerah tersebut tidak tercatat dalam sistem pemerintah.
Anggota Pansus menekankan bahwa data yang tidak akurat akan berdampak langsung pada alokasi anggaran. Bantuan modal, pelatihan, dan fasilitasi perizinan berisiko tidak tepat sasaran jika hanya mengandalkan data dari delapan kecamatan saja.
Dampak bagi Pelaku Usaha di Wilayah Terluar
Ketidaklengkapan data membuat pelaku UMKM di 10 kecamatan yang belum terdata menjadi 'siluman' secara administratif. Mereka tidak terdaftar dalam sistem sehingga sulit mengakses program-program pemerintah, seperti Kredit Usaha Rakyat (KUR) bersubsidi atau bantuan peralatan produksi. Hal ini menciptakan kesenjangan akses antara pengusaha di kecamatan yang terdata dengan yang tidak.
Langkah DPRD: Dorong Pemutakhiran Data Segera
Pansus mendesak Dinas Koperasi dan UKM Kutai Timur untuk segera melakukan pemutakhiran data secara menyeluruh. Targetnya, seluruh 18 kecamatan harus memiliki basis data UMKM yang valid dalam waktu dekat. DPRD juga meminta agar proses pendataan melibatkan perangkat desa dan kelurahan setempat agar hasilnya lebih akurat.
Langkah ini dinilai krusial menjelang penyusunan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) perubahan. Tanpa data yang utuh, program pemberdayaan ekonomi di Kutai Timur dikhawatirkan hanya berputar di kecamatan-kecamatan yang sudah terdata, sementara wilayah lain tertinggal.