SAMARINDA — Rumah Sakit Bhakti Nugraha yang telah beroperasi di kawasan pusat kota resmi tutup. Tidak ada layanan medis yang berjalan di Jalan KH Abdurrasyid, Kecamatan Samarinda Kota sejak pengumuman resmi dikeluarkan oleh pihak manajemen.
Tiga Fasilitas Alternatif yang Disiapkan Dinkes
Dinas Kesehatan Kota Samarinda bergerak cepat merespons penutupan ini. Mereka memetakan tiga fasilitas kesehatan terdekat yang bisa dijangkau warga yang sebelumnya menjadi pasien RS Bhakti Nugraha.
- Puskesmas Sempaja — berjarak sekitar 2 kilometer dari lokasi RS, buka 24 jam untuk layanan rawat inap dan rawat jalan.
- RSUD Abdul Wahab Sjahranie — rumah sakit rujukan utama di Samarinda dengan kapasitas tempat tidur lebih dari 400 unit.
- Klinik Pratama di Kelurahan Sungai Pinang — menyediakan layanan umum dan gigi, buka setiap hari kerja.
Mengapa RS Bhakti Nugraha Tutup?
Keputusan menutup operasional diambil oleh pihak manajemen rumah sakit. Dinkes Kota Samarinda menyebut alasan internal perusahaan menjadi penyebab utama, meski tidak merinci lebih lanjut.
“Kami sudah berkoordinasi dengan manajemen. Pasien yang masih dalam perawatan dipindahkan ke fasilitas lain sebelum penutupan resmi diberlakukan,” kata Kepala Dinas Kesehatan Kota Samarinda dalam keterangan tertulis.
Dampak ke Warga Sekitar
Warga di Kecamatan Samarinda Kota mengaku terkejut dengan penutupan mendadak ini. Rumah sakit tersebut selama ini menjadi salah satu pilihan utama warga karena lokasinya yang strategis di pusat kota.
“Biasa berobat di sini karena dekat dari rumah. Sekarang harus ke Puskesmas Sempaja atau ke RSUD yang jaraknya lebih jauh,” ujar seorang warga Kelurahan Pelabuhan yang enggan disebutkan namanya.
Fakta Singkat Penutupan RS Bhakti Nugraha
- Lokasi: Jalan KH Abdurrasyid, Kecamatan Samarinda Kota
- Status: Resmi tutup operasional, tidak melayani pasien baru
- Alternatif: 3 fasilitas kesehatan disiapkan Dinkes Samarinda
- Pasien rawat inap: Sudah dipindahkan sebelum penutupan
Dinkes Kota Samarinda memastikan tidak ada kekosongan layanan kesehatan di wilayah tersebut. Masyarakat diminta menghubungi call center 112 jika kesulitan mengakses fasilitas kesehatan terdekat.