Pencarian

Target Tuntas 2027: BBPJN Kaltim Rekonstruksi Jalan Sp. Blusuh-Batas Kalteng Sepanjang 10 Km

Rabu, 18 Februari 2026 • 13:04:03 WIB
Target Tuntas 2027: BBPJN Kaltim Rekonstruksi Jalan Sp. Blusuh-Batas Kalteng Sepanjang 10 Km
Pembangunan jalan Simpang Blusuh hingga Batas Kalteng dikebut dengan anggaran Rp183 miliar hingga 2027. (AI)

SENDAWAR – Pemerintah melalui Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional (BBPJN) Kalimantan Timur terus mengakselerasi pembangunan infrastruktur di wilayah perbatasan. Ruas jalan vital yang menghubungkan Simpang Blusuh (Kaltim) hingga Batas Kalimantan Tengah kini tengah masuk dalam fase pengerjaan intensif dengan skema kontrak tahun jamak (Multi Years Contract) hingga tahun 2027.

Proyek strategis ini didukung oleh anggaran sebesar Rp183 miliar yang bersumber dari Surat Berharga Syariah Negara (SBSN). Langkah ini diharapkan menjadi solusi permanen atas kerusakan jalan kelas III di wilayah tersebut.

Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) 1.3 BBPJN Kaltim, Joko Sidik, menjelaskan bahwa penanganan dilakukan secara komprehensif mengingat 51,05 Km dari total 89,5 Km ruas jalan tersebut dalam kondisi rusak berat.

Detail Teknis Pengerjaan Ruas Sp. Blusuh - Batas Kalteng:

Komponen PengerjaanVolume / Detail
Total Rekonstruksi Jalan10,19 Kilometer
Spesifikasi Aspal4,6 Kilometer
Spesifikasi Rigid (Beton)5,5 Kilometer
Rehabilitasi Jembatan17 Unit (Mayor, Minor, & Pemeliharaan)
Penanganan KhususTitik Longsor & Pemeliharaan Berkala

Wilayah Kecamatan Muara Lawa dan Bentian Besar menjadi fokus utama karena perannya sebagai urat nadi distribusi barang antarprovinsi. Joko Sidik menekankan bahwa perbaikan alinyemen dan penguatan struktur jalan menggunakan beton (rigid) di titik-titik tertentu bertujuan agar jalan mampu menahan beban kendaraan logistik yang berat.

“Kami optimistis dengan tuntasnya proyek ini, biaya logistik antarprovinsi dapat ditekan secara signifikan. Sinergi infrastruktur yang mantap adalah kunci agar pertumbuhan ekonomi lokal di wilayah Bentian hingga Muara Lawa meningkat pesat,” ujar Joko Sidik, Selasa (17/2/2026).

Meski konstruksi besar tengah berlangsung, BBPJN Kaltim memastikan arus transportasi tetap berjalan. Tim lapangan rutin melakukan pemeliharaan rutin seperti penutupan lubang (patching) dan pengerasan dengan batu agregat agar akses pelayanan publik tidak terputus.

Penanganan 17 jembatan di jalur ini juga menjadi prioritas untuk memastikan keamanan pengendara, mengingat medan yang cukup menantang dengan beberapa titik rawan longsor.

Bagikan
Sumber: RRI

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks