BALIKPAPAN — Persaingan memperebutkan tiket masuk skuad utama Kalimantan Timur resmi dimulai. Delapan kabupaten dan kota di Kaltim menurunkan atlet junior terbaik mereka pada Kejurprov Bola Tangan Junior 2026 yang dibuka di GOR STT Migas Balikpapan, Sabtu (13/6/2026).
Ketua Pengprov ABTI Kalimantan Timur, Suryadi Gunawan, mengatakan ajang ini merupakan bagian penting dari proses pembinaan sekaligus seleksi atlet menuju Kejurnas Bola Tangan di Surabaya.
Seleksi Ketat untuk 46 Atlet Skuad Kaltim
Dari ajang ini, tim pelatih akan memilih masing-masing 16 atlet putra dan putri untuk kategori indoor. Sementara untuk nomor beach handball, sebanyak 10 atlet terbaik akan diproyeksikan memperkuat Kaltim di tingkat nasional. Total ada 46 atlet yang akan masuk dalam skuad provinsi.
“Melalui kejuaraan ini, kami ingin melihat kemampuan terbaik atlet-atlet muda dari seluruh daerah. Mereka yang tampil menonjol akan dipersiapkan untuk membela Kalimantan Timur pada ajang nasional,” ujar Suryadi.
Dua Daerah Absen karena Kendala Pendanaan
Meski diikuti delapan daerah, dua kabupaten lainnya, yakni Kutai Barat dan Kutai Timur, belum dapat mengirimkan kontingen. Suryadi menyebut kendala pendanaan menjadi penyebab utama ketidakhadiran mereka pada kejurprov tahun ini.
Untuk nomor indoor, pertandingan sudah dimulai sejak Sabtu (13/6). Sementara nomor beach handball dijadwalkan bergulir pada Minggu (14/6/2026) di lokasi yang sama.
Prestasi Kaltim di Level Nasional dan Internasional
Suryadi menilai prestasi bola tangan Kaltim dalam beberapa tahun terakhir menunjukkan tren positif. Di tingkat nasional, Kaltim kerap menjadi pesaing kuat provinsi-provinsi besar dan mampu mempertahankan posisi sebagai salah satu daerah terbaik di Indonesia.
Tak hanya di level nasional, sejumlah atlet binaan Kaltim juga telah mendapat kesempatan memperkuat Indonesia pada berbagai kejuaraan internasional di kawasan Asia dan Asia Tenggara. Menurut Suryadi, keberhasilan itu merupakan hasil pembinaan berkelanjutan yang dilakukan daerah, termasuk Kota Balikpapan yang dikenal sebagai pusat pengembangan atlet bola tangan di Kaltim.
“Regenerasi atlet terus berjalan dan melahirkan talenta-talenta baru. Ini menjadi modal penting agar Kaltim tetap kompetitif di level nasional maupun internasional,” jelas Suryadi.