Pencarian

Lapas Narkotika Samarinda Latih WBP Produksi Umbul-Umbul HUT RI hingga Panen Sawi, Bekal Kembali ke Masyarakat

Kamis, 30 Juli 2026 • 21:08:01 WIB
Lapas Narkotika Samarinda Latih WBP Produksi Umbul-Umbul HUT RI hingga Panen Sawi, Bekal Kembali ke Masyarakat
Warga binaan Lapas Narkotika Samarinda memproduksi umbul-umbul HUT RI sebagai bagian dari pelatihan keterampilan wirausaha.

SAMARINDA — Warga binaan Lapas Narkotika Kelas IIA Samarinda tak hanya menjalani masa pidana, tetapi juga dibekali keterampilan wirausaha dan pertanian. Kepala Lapas Puang Dirham menyebut program ini bertujuan membangun rasa percaya diri serta etos kerja positif para WBP.

Produksi Dekorasi Kemerdekaan dan Kerajinan Tangan

Melalui Sarana Asimilasi Edukasi (SAE), para warga binaan dilatih memproduksi umbul-umbul perayaan Hari Kemerdekaan RI. Hasil karya ini siap dipasarkan kepada publik maupun instansi pemerintah.

"Hasil karya dari dalam lapas ini memiliki nilai jual tinggi sehingga mampu melatih kemandirian finansial mereka," ujar Puang Dirham di Samarinda, Kamis.

Selain kerajinan tangan dan menjahit, pengelola lapas juga mengembangkan sektor pertanian serta perikanan. Langkah ini sekaligus mendukung program ketahanan pangan di lingkungan pemasyarakatan.

Panen Sawi, Terong, dan Cabai di Lahan Terbatas

Lahan produktif yang dikelola WBP menghasilkan tanaman hortikultura seperti sawi, terong ungu media polybag, hingga budidaya cabai secara berkelanjutan. Menurut Puang Dirham, pemanfaatan lahan terbatas ini membuktikan bahwa hambatan tempat tidak menghalangi warga binaan untuk menghasilkan produk pangan berkualitas.

Di sektor perikanan, seribu bibit ikan nila dilepas ke kolam budidaya yang dikelola warga binaan bersama petugas. Praktik ini secara langsung menanamkan nilai kedisiplinan serta rasa tanggung jawab pribadi selama menjalani masa pidana.

Hasil Panen untuk Konsumsi Internal Lapas

Seluruh hasil produksi pertanian dan perikanan dimanfaatkan untuk mendukung konsumsi internal lapas. Hal ini sekaligus membuktikan kemampuan karya warga binaan kepada publik.

"Ukuran keberhasilan pembinaan bukan hanya hasil panen, melainkan perubahan perilaku serta peningkatan kompetensi sumber daya manusia," kata Puang Dirham.

Ke depan, pengelola lapas berkomitmen memperluas jenis komoditas budidaya serta meningkatkan jaringan pemasaran produk binaan. Harapannya, seluruh keterampilan ini menjadi modal berharga bagi warga binaan saat bebas kelak agar dapat diterima kembali oleh masyarakat.

Bagikan
Sumber: kaltim.antaranews.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks