TANJUNG REDEB — Sepuluh komoditas yang masuk dalam daftar prioritas tersebut meliputi olahan ikan laut, kelapa sawit, karet, lada, kakao, produk kayu dan mebel, kerajinan rotan dan bambu, olahan buah tropis, tanaman obat, serta olahan rumput laut. Kepala Dinas Koperindag Berau Eva Yunita menyebutkan bahwa komoditas-komoditas ini tersebar di seluruh 13 kecamatan di Berau.
"Setiap lokasi memiliki keunggulan dan pangsa pasar tersendiri," ujar Eva di Tanjung Redeb, Sabtu.
Hasil Kajian Jadi Acuan Program Pembinaan
Penetapan 10 komoditas itu bukan tanpa dasar. Pemkab Berau bersama Tim Pusat Kajian Percepatan Pembangunan dan Inovasi Daerah Universitas Mulawarman telah melakukan kajian mendalam. Hasilnya sudah dikelompokkan berdasarkan jenis usaha IKM dan telah diekspos ke pihak terkait pada Kamis dua hari lalu.
Data dari kajian tersebut, menurut Eva, akan digunakan untuk memetakan kebutuhan masing-masing pelaku IKM. Mulai dari pelatihan teknis, standarisasi mutu produk, akses permodalan, hingga strategi pemasaran.
Pasar Terbuka karena Posisi Strategis Berau
Eva optimistis peluang pengembangan pasar bagi IKM di Berau sangat besar. Ia menyebut posisi geografis Berau yang strategis sebagai pintu gerbang Kalimantan Timur, daerah kunjungan wisata, serta kedekatannya dengan Ibu Kota Nusantara (IKN) menjadi faktor pendukung.
"Adanya data yang jelas, tentu kami dapat menyusun program dengan tepat. Ke depan, kami juga akan memfasilitasi promosi melalui pameran serta menyediakan tempat khusus untuk memajang hasil karya IKM agar semakin dikenal luas," kata Eva.
IKM Dinilai Jadi Tulang Punggung Ekonomi Daerah
Dalam kesempatan itu, Eva juga menekankan peran IKM sebagai tulang punggung perekonomian nasional. Menurutnya, sektor ini memiliki ketahanan tinggi terhadap gejolak ekonomi dan mampu menyerap tenaga kerja hingga ke pelosok desa.
Pengembangan IKM, lanjutnya, diarahkan agar mampu bersaing lebih luas dan berbasis inovasi. Hal ini sesuai dengan amanat Undang-Undang Nomor 3 Tahun 2014 yang didukung melalui Sistem Informasi Industri Nasional.
Kabupaten Berau sendiri memiliki potensi sumber daya alam yang besar di sektor hasil hutan, perkebunan, kelautan, dan pariwisata. Kinerja IKM pun dinilai berkaitan erat dengan potensi sumber daya tersebut.