Pencarian

Warga Kalimantan Timur Olah Limbah Ternak Menjadi Energi Biogas Berdaya Guna

Jumat, 30 Januari 2026 • 16:25:02 WIB
Warga Kalimantan Timur Olah Limbah Ternak Menjadi Energi Biogas Berdaya Guna

Masyarakat di Kalimantan Timur sukses mengolah limbah ternak menjadi sumber energi terbarukan melalui pemanfaatan teknologi biogas dengan pendampingan pemerintah daerah. Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Provinsi Kalimantan Timur mencatat telah memfasilitasi pembangunan 575 unit reaktor biogas yang digunakan oleh rumah tangga peternak di berbagai kabupaten. Kepala Dinas ESDM Kaltim, Bambang Arwanto, menyampaikan bahwa langkah tersebut merupakan bagian dari komitmen pemerintah dalam mewujudkan pemerataan akses energi bagi masyarakat.

Program biogas ini dirancang tidak hanya untuk memperkuat ketahanan energi di tingkat rumah tangga, tetapi juga mendorong peningkatan kesejahteraan ekonomi keluarga peternak di wilayah Kalimantan Timur.

Salah satu penerima manfaat program tersebut adalah Kelompok Tani Japa Maju di Desa Krayan Makmur, Kabupaten Paser. Ketua kelompok, Sukiyem, mengungkapkan bahwa keberadaan instalasi biogas sangat membantu kegiatan sehari-hari, terutama bagi ibu rumah tangga. Biogas memungkinkan proses memasak tetap berjalan tanpa ketergantungan penuh pada gas elpiji konvensional, terutama saat terjadi kelangkaan elpiji tiga kilogram di pasaran.

Bambang menjelaskan, penggunaan biogas memberikan dampak nyata terhadap penghematan pengeluaran rumah tangga. Jika sebelumnya warga menghabiskan hingga empat tabung elpiji setiap bulan, kini kebutuhan tersebut dapat ditekan menjadi satu tabung yang disimpan sebagai cadangan. Untuk menjaga keberlanjutan pemanfaatannya, pemerintah daerah secara berkala memberikan pelatihan terkait perawatan instalasi biogas serta pengelolaan limbah ternak kepada kelompok peternak.

Kepala Desa Krayan Makmur, Akhmad, menambahkan bahwa teknologi biogas tergolong efisien dan mudah diterapkan. Dengan memelihara satu ekor sapi serta perawatan yang baik, kebutuhan bahan bakar memasak rumah tangga dapat sepenuhnya dipenuhi dari gas metana yang dihasilkan.

Selain menghasilkan energi, proses pengolahan limbah ternak tersebut juga menghasilkan pupuk cair organik yang dimanfaatkan untuk menyuburkan tanaman kelapa sawit dan sayuran. Pupuk cair ini memiliki nilai jual sekitar Rp 2.000 per liter dan mampu memberikan tambahan pendapatan lebih dari Rp 500.000 per bulan bagi keluarga peternak.

Bagikan

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks