Pencarian

Bupati Kutim Buka Erau Adat Pelas Benua, Minta Pelestarian Budaya Kutai Tumbuh di 4 Kecamatan

Minggu, 11 Oktober 2026 • 18:30:31 WIB
Bupati Kutim Buka Erau Adat Pelas Benua, Minta Pelestarian Budaya Kutai Tumbuh di 4 Kecamatan
Bupati Kutim Ardiansyah Sulaiman membuka Erau Adat Pelas Benua di Lapangan Rumah Pore Adat Kutai, Jalan Ring Road.

SANGATTA — Bupati Kutim Ardiansyah Sulaiman menyebut sejumlah kecamatan telah memiliki tokoh adat yang mulai menyiapkan pengembangan adat Kutai di wilayah masing-masing. Kecamatan yang dimaksud mencakup Bengalon, Muara Wahau, Telen, dan Kongbeng. Pemerintah daerah menilai penguatan peran tokoh dan lembaga adat penting agar pelestarian budaya menjangkau lebih banyak masyarakat.

Erau Adat Pelas Benua Kutim tahun ini mengangkat tema "Adat Lestari, Tuah Benua, Etam Berjaya". Kegiatan berlangsung di Lapangan Rumah Pore Adat Kutai, Jalan Ring Road. Pemerintah daerah berharap kegiatan adat berikutnya melibatkan perwakilan seluruh kecamatan dan beragam kelompok etnis di Kutim.

Adat Lestari Dinilai Harus Hidup di Kehidupan Sehari-hari

Ardiansyah menegaskan tradisi tidak cukup dirawat sebagai warisan masa lalu. Menurut dia, adat lestari berarti tradisi terus dijaga, dipahami, dan dihidupkan oleh generasi berikutnya.

"Adat lestari berarti tradisi tidak terhenti sebagai warisan masa lalu tetapi terus dijaga dipahami dan dihidupkan oleh generasi dan generasi dan generasi seterusnya," ujar Ardiansyah.

Keberadaan tradisi, lanjutnya, harus disertai penerapan nilai budaya dalam kehidupan sehari-hari. Nilai yang dimaksud mencakup kebersamaan, gotong royong, penghormatan terhadap sesama, serta kepedulian terhadap lingkungan.

Teknologi Dipakai untuk Dokumentasikan Tradisi

Perkembangan teknologi dinilai bisa menjadi sarana memperkenalkan kekayaan budaya Kutai kepada masyarakat yang lebih luas. Ardiansyah menyebut teknologi dapat dimanfaatkan untuk mendokumentasikan tradisi dan mengenalkan kesenian daerah.

"Teknologi dapat dimanfaatkan untuk mendokumentasikan tradisi, mengenalkan kesenian, memperluas pengetahuan tentang sejarah daerah dan menjangkau masyarakat yang lebih luas tanpa menghilangkan nilai serta keaslian adat itu sendiri," tuturnya.

Pemanfaatan teknologi itu diharapkan tidak menggerus nilai dan keaslian adat Kutai. Pemerintah daerah menekankan tradisi tetap dijaga sebagai bagian identitas masyarakat Kutim.

Bahasa Kutai Jadi Muatan Lokal SD dan SMP

Pelestarian budaya juga dilakukan melalui jalur pendidikan. Bahasa Kutai telah ditetapkan sebagai muatan lokal untuk jenjang SD dan SMP. Untuk jenjang SMA, kewenangan pendidikan berada di pemerintah provinsi.

Melalui rangkaian upaya tersebut, pelestarian adat diharapkan berjalan berkelanjutan dan melibatkan lebih banyak generasi. Pemerintah daerah mendorong tokoh adat memperluas pengembangan tradisi sekaligus mengajak generasi muda menjaga nilai budaya dalam kehidupan sehari-hari.

Follow kaltimnow.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: cuitankaltim.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks