KALIMANTAN TIMUR — Casey Affleck menggelar masterclass di Zurich Film Festival sebelum pemutaran perdana film ketiga arahan sekaligus debut penyutradaraannya, Company, baru-baru ini. Dalam sesi bersama CEO festival Christian Jungen, aktor kelahiran Boston itu mengaku tidak menyukai sistem Hollywood dan menyebut kemenangan Oscar-nya di Manchester by the Sea sebagai pengalaman yang "sedikit traumatis". Ia juga membahas persaingannya dengan Matt Damon hingga kisah menelepon Christopher Nolan untuk menyelesaikan perdebatan soal film Tenet.
Hubungan dengan Matt Damon dan Ben Affleck
Nama Matt Damon nyaris tak bisa dilewatkan dalam sesi itu. Damon adalah sahabat masa kecil Ben Affleck, kakak Casey. Casey menepis anggapan adanya rivalitas di antara mereka. Ia justru menyoroti pengalaman teater yang sama-sama mereka jalani di pantai timur Amerika Serikat.
"Kami semua punya guru teater yang sama, dan banyak aktor lahir dari satu departemen teater itu. Kami sekolah di sekolah negeri besar, dan guru teater kami luar biasa, dia membuat anak-anak jatuh cinta pada teater dan akting," ujar Casey.
Ia lantas mengenang sifat Damon saat masih remaja. "Matt selalu sedikit suka pamer. Dia supel dan ikut pertunjukan bakat dan sebagainya. Tidak ada keraguan ke mana arah kariernya, sementara kami yang lain masih mencari tahu," katanya.
Casey mengaku sudah menonton penampilan Damon dalam The Odyssey garapan Christopher Nolan yang disebut-sebut berpotensi masuk bursa Oscar. Ia tetap nyaman karena ketiganya menempuh jalur yang berbeda. "Kami semua sangat berbeda dengan cara yang aneh sekaligus jelas," ujarnya.
Menurut Casey, Damon punya bakat akting sekaligus persona bintang film dan daya tarik idola layar yang tidak dimiliki dirinya maupun Ben. Ben sendiri lebih condong ke posisi aktor utama sejak awal. Meski begitu, penampilan favorit Casey dari keduanya justru saat mereka memerankan karakter yang kuat, seperti Damon dalam The Talented Mr. Ripley.
Nyaman Dicap Orang Luar Hollywood
Jungen mengutip profil lama Variety yang menyebut Casey sebagai orang luar Hollywood. Reaksi awalnya kesal. "Aku melihat itu dan berpikir, 'Aku akan selamanya dianggap orang luar, apa pun yang kulakukan.' Kau bisa menang Oscar, atau membintangi film studio besar, tapi publik menganggap orang dengan satu cara, dan butuh banyak hal untuk mengubahnya," katanya.
Kesadaran berikutnya justru membebaskan. Casey memilih merebut kembali label itu. "Aku duduk merenunginya sebentar, dan berpikir, 'Apa aku gila? Aku suka itu.' Aku tidak ingin jadi orang dalam. Aku suka jadi orang luar. Aku jauh lebih memilih jadi orang luar di Hollywood daripada orang dalam di Hollywood," ujarnya.
Ia menyebut budaya Hollywood tidak hebat dan mengaku tidak menyukai banyak film yang diproduksi industri itu. "Aku tidak menyukai sistem Hollywood, dan aku sangat bahagia dianggap sebagai orang luar," kata Casey.
Kisah Menelepon Christopher Nolan soal Tenet
Jungen menyoroti bahwa Casey tetap tinggal di Los Angeles dan pernah tampil di dua proyek Nolan, yakni Interstellar (2014) dan Oppenheimer (2023). Casey lantas berbagi cerita lucu soal meminta saran penyutradaraan dari sineas Inggris itu.
"Aku pernah meneleponnya sekali. Aku sedang mengantar anakku pulang sekolah, dan kami membahas Tenet, dan kami tidak sepakat soal film itu. Aku pikir, 'Ayo selesaikan ini.' Dan kami menelepon Chris, yang mungkin sebuah kesalahan," tuturnya.
Casey mengaku lebih dulu menghubungi Emma Thomas, istri Nolan. Ia bilang hanya punya satu pertanyaan singkat. "Kami mendapatkannya di telepon dan menanyakan sesuatu yang mungkin bisa kami cari sendiri di Reddit," katanya.
Setelah Nolan menjelaskan, Casey mengaku malu karena pertanyaannya ternyata terlalu jelas. "Kedengarannya sangat jelas. Lalu kami bilang, 'Terima kasih.' Selesai. Aku belum menelepon lagi, dan dia juga belum meneleponku," ujarnya sambil tertawa.
Ia memuji Nolan sebagai sutradara yang mengerjakan hal-hal yang benar-benar menarik baginya, meski film-filmnya besar dan sukses secara komersial. Casey juga menyebut Gus Van Sant, yang menyutradarainya di Gerry (2002), sebagai sineas dengan pendekatan serupa.
Kemenangan Oscar yang Terasa Traumatis
Soal kemenangan Oscar lewat perannya sebagai petugas kebersihan yang berduka di Manchester by the Sea arahan Kenneth Lonergan, Casey mengaku masih seperti bermimpi. Ia menyebut pengalaman itu "sedikit traumatis".
Ia merasa gugup karena bersaing dengan aktor-aktor yang ia kagumi. "Ada Viggo Mortensen dan Denzel Washington, lalu rekan-rekan seangkatanku yang hebat, Andrew Garfield dan Ryan Gosling. Kedengarannya klise, tapi aku hanya sangat senang bisa ada di sana. Aku tidak benar-benar berharap menang karena kupikir Denzel yang akan menang, dan itu sama sekali tidak masalah," katanya.
Company menjadi penanda langkah Casey Affleck sebagai sutradara setelah sebelumnya menyutradarai I'm Still Here (2010) dan Light of My Life (2019). Penayangan perdananya di Zurich Film Festival menempatkan film ini dalam radar festival menjelang musim penghargaan berikutnya.