SAMARINDA — Udang windu beku konsisten mendominasi ekspor perikanan Kalimantan Timur, baik dari sisi volume maupun nilai devisa setiap bulannya. Sepanjang periode Januari–Agustus 2026, volume ekspor berbagai komoditas perikanan dari Bumi Etam tercatat 1.958 ton, berdasarkan laporan bulanan BP2MHKP.
Kepala Bidang Perikanan Budi Daya dan Peningkatan Daya Saing Produk Perikanan DKP Kaltim, Irma Listiawati, menyebut udang windu beku sebagai komoditas andalan yang menopang kinerja ekspor daerah.
"Komoditas udang windu beku asal Kalimantan Timur mencatatkan devisa terbesar dengan pasar utama mencakup negara Jepang serta Amerika Serikat," kata Irma.
April 2026 Jadi Bulan dengan Devisa Tertinggi
Dari delapan bulan pertama tahun ini, capaian ekspor tertinggi terjadi pada April 2026 dengan nilai devisa menembus Rp56,42 miliar. Angka itu menjadi puncak bulanan di tengah fluktuasi permintaan pasar global.
Selain Jepang dan Amerika Serikat, udang windu beku asal Kaltim juga menembus pasar Taiwan, Malaysia, dan Inggris. Diversifikasi tujuan ekspor ini memperlebar jangkauan produk perikanan daerah.
Bawal dan Kerapu Susul ke Singapura hingga Hong Kong
Kaltim tidak hanya bergantung pada udang windu. Komoditas perikanan segar seperti bawal dan kerapu mulai dipasarkan ke Singapura, China, dan Hong Kong. Kedua jenis ikan itu menjadi pelengkap portofolio ekspor perikanan non-hidup daerah.
Menurut Irma, peningkatan mutu produk menjadi faktor penentu untuk menjaga daya saing di pasar global yang menerapkan standar ketat. Karena itu, DKP Kaltim memperkuat rantai pasok dingin dan memberikan pendampingan kepada kelompok pembudi daya tambak.
"Sinergi bersama para pembudi daya lokal sangat krusial untuk mempertahankan kepercayaan para importir dari negara Jepang dan Amerika Serikat," ujarnya.
Perikanan Budidaya Jadi Penopang Transformasi Ekonomi Kaltim
Langkah penguatan mutu sejalan dengan strategi Pemerintah Provinsi Kaltim yang menempatkan subsektor perikanan budidaya sebagai salah satu penopang transformasi ekonomi berbasis sumber daya terbarukan.
DKP Kaltim optimistis permintaan udang windu di pasar internasional terus mendorong pertumbuhan ekspor sekaligus meningkatkan pendapatan para pembudi daya di daerah.
"Kami optimistis tingginya permintaan udang windu di pasar global mampu mendongkrak pendapatan serta kesejahteraan para pembudi daya di Kaltim," kata Irma.