SAMARINDA — Udang windu menjadi primadona ekspor perikanan Kalimantan Timur sepanjang awal tahun ini. Kepala Bidang Perikanan Budidaya dan Penguatan Daya Saing Produk Perikanan DKP Kaltim Irma Listiawati menyebutkan, volume pengiriman komoditas itu mencapai 769,9 ton dalam lima bulan terakhir.
"Nilainya Rp173,3 miliar," kata Irma di Samarinda, Selasa.
Empat Komoditas Lain yang Ikut Mendongkrak Devisa
Irma merinci, udang pink menempati posisi kedua dengan volume ekspor 239,2 ton senilai Rp31,6 miliar. Ikan kerapu segar menyusul dengan pengiriman 89,3 ton yang menghasilkan devisa Rp7,4 miliar.
"Permintaan yang stabil di pasar internasional terlihat pula pada bawal putih segar dengan catatan volume ekspor 59,7 ton senilai Rp6,7 miliar," ujar Irma.
Udang putih melengkapi lima besar komoditas ekspor perikanan Kaltim. Pengiriman komoditas ini mencapai 27,7 ton dengan total pendapatan Rp4,7 miliar.
Jalur Ekspres ke China: Penerbangan Kargo Dua Kali Sepekan
Untuk mempercepat distribusi produk segar, pemerintah daerah memanfaatkan fasilitas penerbangan ekspor langsung dari Balikpapan menuju Wenzhou, China. Armada pesawat Cargo Rimbun beroperasi rutin dua kali dalam seminggu.
"Pengiriman kargo udara cepat ini dikhususkan untuk produk unggulan yang harus dikirim dalam kondisi segar seperti belut, kepiting, dan ikan segar," ungkap Irma.
Selain China, pasar strategis yang secara rutin menyerap produk perikanan Kaltim antara lain Jepang, Amerika Serikat, Taiwan, dan Malaysia. Ke-12 negara tujuan ekspor tersebut menjadi andalan bagi kelangsungan industri perikanan daerah.