KALIMANTAN TIMUR — Pertemuan bilateral yang berlangsung sekitar satu jam tersebut menghasilkan komitmen konkret berupa penandatanganan Letter of Intent (LoI) mengenai Global Skills Partnership. Fokus utama kerja sama ini adalah pemenuhan kebutuhan tenaga perawat Indonesia di rumah sakit dan panti jompo Jerman, sektor yang selama ini mengalami kekurangan tenaga kerja kronis.
Target Sektor Teknologi Tinggi dan Keperawatan
Presiden Prabowo secara spesifik menyebutkan perluasan peluang kerja tidak hanya terbatas pada tenaga kerja semi-terampil. "Indonesia juga ingin memperluas peluang kerja bagi tenaga kerja Indonesia di Jerman termasuk di sektor teknologi tingkat tinggi," ujarnya dalam pernyataan pers bersama.
Langkah ini menjadi strategi baru diplomasi ketenagakerjaan Indonesia. Sebelumnya, pengiriman tenaga kerja ke luar negeri lebih banyak didominasi sektor domestik dan manufaktur. Dengan LoI ini, pemerintah menargetkan tenaga profesional Indonesia bisa mengisi posisi di perusahaan rintisan digital dan industri 4.0 Jerman.
Momen Sapaan Bahasa Jerman dan Simbolisme 75 Tahun Hubungan Bilateral
Ada momen menarik di awal pertemuan ketika Prabowo menyapa Steinmeier dan delegasi dengan bahasa Jerman. "Guten Tag, herzlich willkommen (Selamat siang, selamat datang)," ucap Prabowo fasih, disambut senyum Steinmeier.
Prabowo menekankan kunjungan kenegaraan ini mengawali peringatan 75 tahun hubungan diplomatik RI-Jerman yang jatuh pada 2027. "Penguatan dan keberlanjutan kemitraan Indonesia dan Jerman tentunya menjadi prioritas," kata dia di hadapan para menteri kedua negara.
Dorong Finalisasi Perjanjian Dagang Indonesia-Eropa
Di luar isu ketenagakerjaan, kedua pemimpin juga membahas percepatan perjanjian dagang Indonesia–European Union CEPA. Prabowo berharap Jerman memainkan peran aktif dalam proses finalisasi perjanjian internal di Eropa. "Sehingga dapat segera memberi manfaat konkret bagi dunia usaha di kedua negara," tuturnya.
Volume perdagangan bilateral Indonesia-Jerman saat ini mencapai lebih dari 8 miliar dolar AS per tahun. Dengan adanya LoI ketenagakerjaan dan dorongan CEPA, pemerintah optimistis angka tersebut bisa meningkat signifikan dalam dua tahun ke depan.
Penyambutan Kenegaraan Penuh Simbol
Steinmeier tiba di Istana Merdeka sekitar pukul 11.30 WIB dengan iring-iringan mobil yang sempat mengelilingi kawasan Monas. Puluhan pasukan berkuda membawa bendera Indonesia mengawal rombongan. Sejumlah siswa SD berseragam merah putih menyambut dengan membawa bendera kedua negara.
Setelah upacara penyambutan yang diiringi lagu kebangsaan dan tembakan meriam 21 kali, Prabowo mendampingi Steinmeier menandatangani buku tamu di ruang kredensial. Pertemuan empat mata kemudian digelar tertutup di ruang kerja presiden, dihadiri Menteri Koordinator Perekonomian Airlangga Hartarto, Menteri Luar Negeri Sugiono, dan Menteri Investasi Rosan Roeslani.