KALIMANTAN TIMUR — Badan Keselamatan Transportasi Nasional Amerika Serikat (NTSB) langsung mengambil alih penyelidikan kecelakaan pesawat yang menewaskan seluruh penumpang di dalamnya. Otoritas Penerbangan Federal (FAA) mengonfirmasi pesawat nahas itu adalah Pacific Aerospace P750, jenis yang umum digunakan untuk kegiatan terjun payung.
Kronologi Jatuhnya Pesawat di Area Bandara
Insiden terjadi sekitar pukul 23:35 WIB saat pesawat berupaya lepas landas dari Bandara Butler Memorial. Sheriff Wilayah Bates, Chad Anderson, mengatakan pesawat sempat mengudara sebelum akhirnya jatuh. "Pesawat tersebut lepas landas, dan pada suatu titik kemudian terjatuh," ujar Anderson dalam pernyataan yang dikutip ANTARA dari Anadolu, Senin (15/6).
FAA menambahkan bahwa pihaknya tidak memberikan layanan pengendalian lalu lintas udara kepada pesawat tersebut saat kecelakaan terjadi. Hal ini menunjukkan pesawat kemungkinan beroperasi di bawah aturan penerbangan visual (VFR) atau pada frekuensi non-komersial.
Korban Jiwa Massal dan Proses Evakuasi
Sheriff Anderson menyebut pihaknya menangani peristiwa tersebut sebagai insiden dengan korban jiwa massal. Awalnya, ia enggan menyebut angka pasti, hanya mengatakan ada "kurang dari 20 korban". Namun, FAA kemudian memastikan terdapat 12 orang di dalam pesawat naas itu dan seluruhnya tewas di lokasi.
Anderson menegaskan tidak ada indikasi keterkaitan kecelakaan dengan aksi teror atau tindak kriminal. "Hal ini kemungkinan merupakan kecelakaan," katanya, menekankan fokus penyelidikan saat ini adalah pada aspek teknis dan faktor manusia.
Pesawat Pacific Aerospace P750 dan Riwayat Operasinya
Pesawat Pacific Aerospace P750 merupakan pesawat ringan buatan Selandia Baru yang kerap digunakan untuk misi penerjun payung, kargo, dan patroli. Dengan kapasitas hingga 13 penumpang, pesawat ini dikenal memiliki kemampuan lepas landas dan mendarat di landasan pendek. Namun, catatan keselamatan pesawat jenis ini pernah menjadi sorotan di beberapa negara karena sejumlah insiden mesin mati di udara.
NTSB akan memeriksa kotak hitam pesawat, riwayat perawatan, serta kondisi cuaca saat kejadian. Hasil awal penyelidikan diperkirakan baru akan dirilis dalam beberapa pekan ke depan.
Respons Otoritas dan Keluarga Korban
Pihak bandara Butler Memorial untuk sementara menutup operasionalnya guna memudahkan proses evakuasi dan investigasi. Tim penyelamat masih bekerja di lokasi untuk mengidentifikasi jenazah korban. Keluarga korban dijadwalkan mendapat pemberitahuan resmi dalam 24 jam ke depan.
Insiden ini menjadi salah satu kecelakaan pesawat penerjun payung paling mematikan di Amerika Serikat dalam satu dekade terakhir. FAA dan NTSB mengimbau masyarakat untuk tidak berspekulasi hingga investigasi selesai.