SAMARINDA — Lebih dari separuh angkatan kerja di Samarinda, atau sekitar 192 ribu orang, masih berstatus belum terlindungi jaminan sosial ketenagakerjaan. Angka itu setara dengan 53 persen dari total potensi tenaga kerja kota yang mencapai 357 ribu orang.
Wali Kota Samarinda, Andi Harun, menyebut data tersebut sebagai alarm yang menuntut aksi nyata. Ia menginstruksikan seluruh jajaran perangkat daerah untuk membangun sistem perlindungan yang terukur, bukan sekadar seremoni atau sosialisasi belaka.
"Mereka berisiko kehilangan sumber nafkah ketika menghadapi kecelakaan kerja maupun musibah. Oleh karena itu, saya instruksikan seluruh jajaran untuk membangun sistem perlindungan yang konkret dan terukur," tegas Andi Harun saat menerima audiensi BPJS Ketenagakerjaan Kota Samarinda di ruang kerjanya, Selasa.
Dasawisma Jadi Motor Penggerak di Lapangan
Untuk menyukseskan perluasan kepesertaan, Pemkot Samarinda tidak hanya mengandalkan birokrasi. Ketua RT dan kader Dasawisma akan didorong menjadi motor penggerak utama. Pemerintah kota tengah mengkaji skema apresiasi khusus bagi kelompok yang berhasil mendongkrak jumlah kepesertaan di wilayah masing-masing.
Selain itu, penguatan regulasi daerah juga tengah dikaji agar implementasi di lapangan memiliki landasan hukum yang kuat. Target yang dikejar bukan sekadar angka, melainkan indikator keberhasilan yang matang lengkap dengan batas waktu dan penanggung jawab yang jelas.
Santunan Rp42 Juta Jadi Bukti Nyata Manfaat
Kepala Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Kota Samarinda, Yuyum Puspitaningrum, mencontohkan manfaat nyata program ini. Ia menyebut pencairan santunan kematian sebesar Rp42 juta kepada ahli waris peserta sebagai bukti bahwa jaminan sosial adalah instrumen krusial menjaga stabilitas ekonomi keluarga saat menghadapi risiko tak terduga.
"Santunan tersebut membuktikan bahwa jaminan sosial adalah instrumen krusial dalam menjaga stabilitas ekonomi keluarga saat menghadapi risiko yang tidak terduga," ujar Yuyum.
Bagi Andi Harun, misi ini bukan sekadar tugas birokrasi. "Kita tidak sekadar mengejar target formal. Ada nilai ibadahnya di sini. Target kita sebagai pemerintah tercapai, tetapi lebih dari itu, nilai sosial dan ibadahnya juga tinggi," tuturnya.
Sinergi Lintas Sektor untuk Cakupan Lebih Luas
Pemkot Samarinda menggandeng BPJS Ketenagakerjaan dan dunia usaha dalam program ini. Optimisme besar dicanangkan agar cakupan perlindungan meluas secara signifikan melalui sinergi dari tingkat kota hingga struktur terkecil seperti RT dan Dasawisma.
Bagi Pemkot Samarinda, esensi kemajuan kota tidak boleh hanya diukur dari megahnya infrastruktur fisik, melainkan dari hadirnya rasa aman bagi setiap jiwa yang menggerakkan roda perekonomian kota.