JAKARTA — Harga Pertamax (RON 92) kini dibanderol Rp 16.250 per liter dari sebelumnya Rp 12.300 per liter. Kenaikan sebesar Rp 3.950 itu berlaku bersamaan dengan penyesuaian harga Pertamax Green 95 (RON 95) yang naik dari Rp 12.900 menjadi Rp 17.000 per liter.
Keputusan ini diumumkan langsung oleh Sekretaris Perusahaan Pertamina Patra Niaga, Roberth MV Dumatubun. Ia menjelaskan bahwa penyesuaian merupakan hasil evaluasi berkala yang telah dikoordinasikan dengan regulator.
Kenaikan Hanya pada Pertamax dan Pertamax Green
Pertamina memastikan harga produk BBM nonsubsidi lainnya tidak berubah. Pertamax Turbo (RON 98) masih dijual Rp 20.750 per liter, Dexlite (CN 51) Rp 23.000 per liter, dan Pertamina Dex (CN 53) Rp 24.800 per liter.
BBM bersubsidi seperti Pertalite dan Biosolar juga tetap. Pertalite masih Rp 10.000 per liter, sementara Biosolar Rp 6.800 per liter.
Stok Aman, Masyarakat Dipantau Lewat Aplikasi
Roberth menegaskan bahwa pasokan Pertamax dan Pertamax Green di seluruh jaringan SPBU, termasuk di Kalimantan Timur, dalam kondisi aman. “Kami memastikan pasokan Pertamax dan Pertamax Green tetap aman serta tersedia di seluruh jaringan SPBU Pertamina,” ujarnya dalam keterangan resmi yang diterima di Jakarta, Selasa (10/6/2026).
Pertamina mengklaim kenaikan harga ini merupakan bagian dari mekanisme evaluasi berkala untuk menjaga keberlanjutan penyediaan energi nasional. “Penyesuaian harga Pertamax dan Pertamax Green dilakukan setelah melalui proses evaluasi sesuai formula harga yang ditetapkan pemerintah,” kata Roberth.
Bagaimana Cara Pantau Harga BBM Terbaru?
Masyarakat bisa mendapatkan informasi terbaru mengenai harga BBM melalui kanal resmi Pertamina, Pertamina Patra Niaga, maupun aplikasi MyPertamina. Pertamina juga mengimbau warga untuk tidak panik dan tetap membeli BBM sesuai kebutuhan.
Kenaikan harga Pertamax kali ini menjadi yang tertinggi dalam dua tahun terakhir. Sebelumnya, harga Pertamax sempat bertahan di kisaran Rp 12.300 hingga Rp 12.500 per liter sejak awal 2025.