MAHAKAM ULU — Otorita Ibu Kota Nusantara (OIKN) memberikan sinyal dukungan penuh terhadap rencana pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA) Batoq Kelo. Proyek berkapasitas 300 megawatt (MW) yang berlokasi di Kabupaten Mahakam Ulu (Mahulu), Kalimantan Timur, ini dinilai sebagai solusi konkret untuk mengamankan pasokan energi hijau bagi IKN.
Pembangunan PLTA ini disebut-sebut bukan sekadar proyek kelistrikan biasa. Lebih dari itu, keberadaan pembangkit listrik tenaga air tersebut diyakini mampu menjadi katalis transisi energi di Kalimantan Timur.
Mengurangi Ketergantungan pada PLTU Batu Bara
Pihak Otorita IKN menilai proyek PLTA Batoq Kelo sejalan dengan konsep IKN sebagai kota hutan atau forest city yang mengedepankan energi bersih. Pasokan listrik dari PLTA diharapkan mampu menekan penggunaan pembangkit listrik tenaga uap (PLTU) berbasis batu bara yang selama ini mendominasi sistem kelistrikan Kalimantan.
“PLTA Batoq Kelo akan menjadi ajang bagi kita semua untuk mengurangi ketergantungan terhadap energi fosil. Ini adalah langkah nyata menuju target net zero emission,” demikian pernyataan dari perwakilan Otorita IKN dalam keterangan resmi yang diterima, belum lama ini.
PLTA 300 MW: Pasokan Listrik untuk IKN dan Sekitarnya
Dengan kapasitas 300 MW, PLTA Batoq Kelo diproyeksikan menjadi salah satu pemasok utama listrik ke IKN. Kapasitas sebesar itu dinilai cukup untuk mengakomodasi kebutuhan energi di pusat pemerintahan dan kawasan sekitarnya pada tahap awal operasional.
Lokasi proyek di Mahulu yang memiliki potensi aliran sungai besar menjadi faktor pendukung utama. Keberadaan PLTA ini juga diharapkan mendorong pembangunan infrastruktur transmisi listrik di wilayah hulu Kalimantan Timur.
Dampak bagi Warga Mahulu dan Sekitar
Selain untuk IKN, proyek ini juga bakal berdampak langsung pada peningkatan rasio elektrifikasi di Kabupaten Mahakam Ulu. Pasokan listrik yang lebih stabil dan berkapasitas besar akan membuka peluang pengembangan ekonomi lokal, termasuk usaha kecil dan industri rumah tangga.
Pemerintah daerah setempat diharapkan dapat menyiapkan regulasi pendukung agar manfaat proyek bisa dirasakan secara merata oleh masyarakat. Mulai dari keterlibatan tenaga kerja lokal hingga pengembangan kawasan ekonomi baru di sekitar proyek PLTA.
Fakta Singkat PLTA Batoq Kelo
- Lokasi: Kabupaten Mahakam Ulu (Mahulu), Kalimantan Timur
- Kapasitas: 300 Megawatt (MW)
- Jenis: Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA) — energi baru terbarukan
- Fungsi Utama: Memasok listrik hijau ke Ibu Kota Nusantara (IKN)
- Dampak: Mengurangi ketergantungan pada energi fosil dan meningkatkan elektrifikasi di Mahulu
Tahapan Proyek dan Target Operasional
Meski belum ada pengumuman resmi mengenai jadwal groundbreaking, Otorita IKN memastikan proyek ini masuk dalam prioritas pengembangan infrastruktur energi. Pembangunan PLTA memerlukan kajian teknis dan lingkungan yang matang, terutama karena berlokasi di kawasan hulu yang sensitif.
Proses pembebasan lahan dan studi kelayakan menjadi tahapan awal yang harus dilalui. Pemerintah Kabupaten Mahakam Ulu juga diharapkan aktif berkoordinasi dengan OIKN dan pemerintah provinsi untuk mempercepat realisasi proyek ini.