Pencarian

Bukan Sekadar Tawar-menawar Tarif, Ini Filosofi di Balik Lahirnya inDrive di Tengah Musim Dingin Ekstrem

Rabu, 03 Juni 2026 • 00:08:16 WIB
Bukan Sekadar Tawar-menawar Tarif, Ini Filosofi di Balik Lahirnya inDrive di Tengah Musim Dingin Ekstrem
Mahasiswa Siberia ciptakan inDrive sebagai solusi tawar-menawar tarif di tengah suhu ekstrem.

KALIMANTAN TIMUR — Semua berawal dari keresahan. Saat suhu di Yakutsk, Siberia, turun drastis hingga di bawah -40°C pada 2012, perusahaan taksi setempat menaikkan tarif secara sepihak. Warga yang terjebak dingin tak punya pilihan selain membayar harga yang sudah melambung.

Sekelompok mahasiswa kemudian bereaksi. Mereka membuat grup di media sosial bernama "Independent Drivers"—wadah bagi penumpang dan sopir untuk bertemu langsung dan menawar harga. Ide sederhana ini berkembang menjadi fondasi inDrive, platform yang hingga kini tetap setia pada prinsip negosiasi, bukan algoritma dinamis atau surge pricing yang kerap membebani konsumen.

Bagaimana Sistem Negosiasi Ini Bekerja?

Berbeda dengan aplikasi ride-hailing lain yang menetapkan tarif secara sepihak, inDrive memberikan kendali kepada pengguna. Penumpang memasukkan tujuan dan menawarkan harga yang mereka anggap wajar. Sopir punya tiga opsi: menerima, menolak, atau mengajukan harga balik.

Setelah beberapa sopir merespons, penumpang bisa memilih berdasarkan harga, rating, jenis kendaraan, atau jarak kedatangan. Tidak ada paksaan. Tidak ada lonjakan harga mendadak saat hujan atau jam sibuk.

Bagi sopir, keuntungannya tak kalah menarik. Jika kompetitor memotong komisi 20% hingga 25% dari tarif perjalanan, inDrive hanya mengambil 10% hingga 15%. Artinya, pendapatan bersih yang dibawa pulang lebih besar, meski tarif yang disepakati mungkin lebih rendah dari harga pasar.

Relevansi di Pasar Indonesia yang Gemar Tawar-menawar

Model "Real-Time Deals" ini dinilai cocok dengan karakter masyarakat Indonesia yang terbiasa bernegosiasi—baik di pasar tradisional maupun saat memesan ojek. Sejak masuk ke Indonesia, platform ini mencatat pertumbuhan pengguna yang masif, menjadi alternatif bagi konsumen yang mulai jenuh dengan tarif standar aplikator besar.

Dari sisi keamanan, meskipun berbasis tawar-menawar, fitur proteksi tetap tersedia. Pengguna bisa membagikan lokasi perjalanan secara real-time ke keluarga atau teman. Interaksi yang terjadi antara penumpang dan sopir pun lebih personal, menciptakan pengalaman yang berbeda dari sekadar transaksi digital.

inDrive kini hadir di lebih dari 700 kota di 45 negara, membuktikan bahwa model bisnis yang mengembalikan otoritas kepada manusia—bukan sekadar algoritma—masih punya tempat di era digital. Di Indonesia, platform ini menjadi angin segar bagi mereka yang ingin harga transportasi tetap di tangan sendiri.

Bagikan
Sumber: mawar#4192

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks