SAMARINDA — Jaringan Advokasi Tambang (Jatam) Kalimantan Timur menyoroti dampak operasi PT Kaltim Prima Coal (KPC) yang telah berlangsung selama 44 tahun di peringatan Hari Anti Tambang. Dalam pernyataannya, Jatam menilai Gubernur Kalimantan Timur tidak menunjukkan komitmen lingkungan yang memadai di tengah persoalan kerusakan akibat pertambangan batu bara. Peringatan tahun ini menjadi momentum untuk mengingatkan kembali konsekuensi ekologis dari aktivitas tambang yang terus berlangsung di provinsi tersebut.
Apa Dampak 44 Tahun Operasi KPC di Kaltim?
Jatam mendokumentasikan sejumlah dampak lingkungan yang dikaitkan dengan operasi KPC. Lembaga ini menyebutkan bahwa aktivitas pertambangan selama lebih dari empat dekade telah menyebabkan kerusakan lahan, pencemaran air, dan hilangnya keanekaragaman hayati di wilayah konsesi perusahaan. Data ini kerap dijadikan dasar kritik terhadap kebijakan pertambangan di Kalimantan Timur.
Mengapa Gubernur Dinilai Tak Punya Komitmen?
Kritik Jatam muncul karena mereka menilai Kepala Daerah tidak mengeluarkan pernyataan atau kebijakan konkret yang membatasi dampak lingkungan dari pertambangan. Dalam peringatan Hari Anti Tambang, Jatam berharap ada langkah nyata dari Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur, bukan sekadar retorika. "Harapan kami, Gubernur bisa menunjukkan komitmen dengan meninjau ulang izin dan memperketat pengawasan," demikian pernyataan dari Jatam Kalimantan Timur.
Fakta Singkat: Catatan Jatam soal Tambang di Kaltim
- Operasi KPC telah berlangsung selama 44 tahun di Kalimantan Timur.
- Jatam mencatat kerusakan lahan dan pencemaran air di area konsesi pertambangan.
- Hari Anti Tambang dijadikan momentum untuk mendorong komitmen lingkungan dari pemerintah daerah.
Apa Tindak Lanjut dari Peringatan Ini?
Hingga berita ini diturunkan, belum ada tanggapan resmi dari Gubernur Kalimantan Timur maupun pihak PT KPC terkait pernyataan Jatam. Jatam sendiri berencana terus mendorong advokasi dan mendesak Pemerintah Provinsi untuk mengevaluasi dampak lingkungan dari tambang batu bara di wilayah tersebut. Peringatan Hari Anti Tambang diharapkan menjadi pengingat bagi para pemangku kebijakan untuk mengutamakan kelestarian lingkungan.