KALIMANTAN TIMUR — Lebih dari 725 ribu anak di bawah usia 5 tahun meninggal akibat pneumonia setiap tahun, termasuk sekitar 190 ribu bayi baru lahir. Padahal, sebagian besar kasus ini bisa dicegah lewat vaksinasi dan akses layanan kesehatan yang tepat. Ibu perlu tahu apa saja yang membuat si kecil lebih berisiko dan langkah nyata untuk melindunginya.
Angka itu menempatkan pneumonia sebagai salah satu penyebab kematian terbesar pada anak. Sekitar 190 ribu di antaranya adalah bayi baru lahir yang sistem imunnya belum terbentuk sempurna. Sayangnya, banyak kasus sebenarnya bisa dicegah.
Mengapa Bayi Baru Lahir Paling Berisiko
Sistem kekebalan bayi baru lahir belum matang. Antibodi yang mereka miliki sebagian besar berasal dari ibu, dan jumlahnya menurun setelah beberapa minggu pertama kelahiran.
Saluran napas bayi juga masih sangat kecil. Ketika infeksi menyerang, lendir dan peradangan lebih cepat menyumbat jalan napas. Kondisi ini membuat bayi baru lahir sulit melawan infeksi dibanding anak yang lebih besar.
Faktor yang Membuat Anak Kecil Lebih Mudah Sakit
Anak di bawah 5 tahun belum punya kebiasaan kebersihan yang terbentuk baik. Mereka sering memasukkan tangan atau benda ke mulut, bermain dekat dengan anak lain, dan belum bisa menutup mulut saat batuk atau bersin.
Faktor lingkungan juga berperan. Paparan asap rokok, polusi udara dalam ruangan, dan rumah yang padat penghuni meningkatkan risiko infeksi saluran napas. Anak dengan gizi buruk atau tidak mendapat ASI eksklusif juga lebih rentan.
Pneumonia Bisa Dicegah, Ini Caranya
Vaksinasi menjadi langkah pencegahan paling efektif. Vaksin pneumokokus (PCV) dan vaksin Hib membantu melindungi anak dari bakteri penyebab pneumonia paling umum. Pastikan jadwal imunisasi si kecil tidak terlewat.
Pemberian ASI eksklusif selama 6 bulan pertama memberi antibodi alami yang memperkuat daya tahan tubuh bayi. Lengkapi juga dengan gizi seimbang saat MPASI agar sistem imun anak berkembang optimal.
Jaga kebersihan tangan seluruh anggota keluarga, terutama sebelum menggendong bayi. Hindari paparan asap rokok di dalam rumah dan usahakan sirkulasi udara ruangan tetap baik.
Kapan Harus Segera ke Dokter
Beberapa tanda pneumonia pada anak perlu diwaspadai: napas cepat atau berat, tarikan dinding dada saat bernapas, demam tinggi yang tidak turun, dan anak tampak lemas atau sulit menyusu.
Bayi baru lahir dengan gejala tersebut harus segera dibawa ke fasilitas kesehatan. Semakin cepat ditangani, semakin besar peluang pemulihan penuh. Jangan menunggu kondisi memburuk sebelum mencari pertolongan medis.
Pneumonia pada bayi dan anak kecil bukan hal yang bisa dianggap ringan. Dengan vaksinasi lengkap, ASI eksklusif, gizi baik, dan akses layanan kesehatan yang cepat, risiko terburuk bisa ditekan. Langkah kecil ibu hari ini menentukan perlindungan jangka panjang bagi si kecil.